Pekerja Tewas Tergiling Mesin Batubara di Jampang Tengah Sukabumi

Sumber foto internet
Foto sumber internet

LINGKARPENA.ID | Diduga usai tergiling mesin penghalus batubara, Usman (21) salah satu pekerja tambang di Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi, dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Desa Padabeunghar, Ence saat dikonfirmasi membenarkan ikhwal peristiwa tersebut. Menurutnya, perusahaan tersebut sudah lama beroprasi.

“Ya, itu perusahaan pengolahan batu kapur giling sudah lama beroperasi, sebelum saya menjabat sebagai Kades perusahaan itu sudah ada, kan saya juga baru enam bulan menjabat sebagai Kades disini (Padabeunghar),” kata Ence, Selasa (11/6/2024).

Baca juga:  Bencana Longsor di Parakansalak, Ini yang Dialami Satu Keluarga

Lebih lanjut Ence menegaskan, saat ini perkara tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak keluarga dan pihak perusahaan, ”Kasusnya sudah beres dari malam juga secara damai atau kekeluargaan,” tuturnya.

Sementara itu, paman korban yang juga merupakan pekerja di perusahaan tersebut, Apud menyebut bahwa korban masuk ke mesin tempat penghancur batubara, “Iya mesin penggiling briket jadi campuran-campurannya belum normal,” jelasnya.

Baca juga:  Inilah Gambaran Anggaran APBD 2024 Pemkab Sukabumi

Apud menuturkan, bahwa saat ini korban tidak mempunyai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Nah itu korban belum bikin, dan saya baru tahu sekarang tentang aturan pemerintah dimana pekerja wajib memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tidak, perusahaan wajib memberikan gaji sepanjang 48 gaji setiap UMK Kabupaten,” imbuhnya.

Apud mengatakan, bahwa di perusahaan tersebut terdapat pekerja luar (asing) yang berasal dari Cina, “Benar ada enam orang asing disitu bagian mesin,” tegasnya.

Baca juga:  Pegang Komitmen, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Pasca Lebaran Genjot Perbaikan Infrastruktur

Sementara itu, ditempat terpisah, Kapolsek Jampang Tengah, Polres Sukabumi AKP Gatot mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan, ”Masih dalam penyelidikan,” singkatnya.

Pos terkait