Penutupan Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad, Bupati: Mereka Garda Bangsa Pembela NKRI

Bupati Sukabumi Marwan Hamami turut menghadiri penutupan standarisasi prajurit Kostrad. | Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menghadiri upacara penutupan Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad Gelombang XII dan tradisi pembaretan Tahun Angkatan 2022 di pantai Palampang Kecamatan Ciemas, Selasa ( 15/3/2022).

500 prajurit mengikuti latihan standarisasi prajurit kostrad gelombang XII dan tradisi pembaretan tersebut.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Mayor Jendral TNI Maruli Simanjuntak.

Baca juga:  PTSL Oktober 2024 Harus Rampung Kata Kakan ATR-BPN Sukabumi Biyaya Tetap 150 Ribu 

Pangkostrad menyatakan bahwa setiap prajurit kostrad harus siap dan mampu melaksanakan tugas dengan baik.

“Sebagai satuan tempur, Kostrad harus siap menghadapi situasi, kondisi dan ancaman yang berkembang diseluruh wilayah nusantara. Prajurit harus siap bertugas di setiap medan dan cuaca, baik dalam operasi militer perang maupun bukan operasi militer perang. Pengabdian yang tulus dan ikhlas selalu dijiwai oleh semangat patriotisme,” jelasnya.

Baca juga:  Kunjungi RSUD Jampangkulon, Kadinkes Jabar Apresiasi Inovasi Layanan Poli Sore bagi Masyarakat  

Menjadi seorang prajurit kostrad, kata Pangkostrad, tidak mudah karena harus memiliki semangat yang tinggi untuk membela tanah air dan mencapai standarisasi kemampuan militer prajurit kostrad.

“Saya menghimbau kepada seluruh prajurit harus menjaga kehormatan, harga diri dan kebanggaan menjadi seorang prajurit kostrad ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukabumi mengucapkan selamat kepada 500 Prajurit Kostrad yang telah lulus mengikuti Pelatihan dan Pembaretan.

Baca juga:  Langkah Strategis KNPI Dorong Ekonomi Kreatif Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Harlah Ke-52

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengucapkan selamat kepada 500 Kostrad yang telah berhasil melaksanakan pembaretan dan sah menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat,” ucapnya.

Menurutnya, 500 prajurit ini adalah tameng dan garda bangsa juga prajurit pilihan yang siap setiap waktu membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

Pos terkait