Peresmian Hanggar di Milangkala Paguyuban Pasundan ke 110, Abah Ruskawan Ajak Unsur Akademisi Turun ke Desa Benjot

Paguyuban Pasundan saat menggelar Milangkala ke 110 dilaksanakan di Kabupaten Cianjur.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Paguyuban Pasundan pada Juli ini genap berusia ke 110 Tahun dalam kiprahnya. Milangkala Paguyuban Pasundan yang digelar di Kabupaten Cianjur ini diwarnai dengan peresmian hanggar.

Hal tersebut disampaikannya Ketua Komda II Paguyuban Pasundan, Dr. Ruskawan, M.M saat memberikan sambutan di peresmian Hanggar Paguyuban Pasundan yang dibangun di wilayah lokasi terdampak paling parah pada Gempa Cianjur pada akhir 2022 lalu.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih pada semua pihak atas suksesnya acara ini. Mari Bersama wujudkan kepedulian dan pemberdayaan masyarakat di wilayah terdampak bencaran gempa parah ini,” ujar Abah Ruskawan sapaan karibnya itu, Kamis 20 Juli 2023 di Kampung Bejod, Cianjur.

Abah Ruskawan juga mengajak, seluruh stakeholder terkait khususnya para pemangku kebijakan dan akademisi untuk turun membantu warga terdampak gempa lalu dengan menjadikan kampung Benjot itu menjadi lokus penelitan.

“Ya bagaimana kita ciptakan Bejod ini menjadi desa model dengan pemberdayaan serta praktek nyata dengan mewujudkan kondisi hancur menjadi makmur,” ucapnya.

Baca juga:  Kemendagri dan BNPP Bakal Bangun Fasilitas MCK untuk Korban Gempa Cianjur

Dalam kesempatan itu Abah Ruskawan mengajak semua unsur pentahelix untuk turun tangan langsung dengan berbagai program pemberdayaan khususnya bidang ekonomi untuk membuktikan keilmuannya. Hal itu merupakan salah satunya pengabdian pada masyarakat sejatinya harus menjadi bisa tugas besar di “lokus” kegiatan.

Diketahui, Paguyuban Pasundan melaksanakan Peringatan Hari Lahirnya atau (Milangkala) ke 110 tersebut dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Cianjur, Kamis (20/07/2023).

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat itu turut dihadiri oleh Bupati Cianjur Herman Suherman serta jajaran Forkopimda Cianjur, diantaranya Kapolres Cianjur, Dandim, Kajari serta Kabinda Jabar.

Pada milangkala ke 110 ini juga nampak hadir Ketua umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. Dedi Turmudzi, Dewan Pengaping Paguyuban Pasundan Mayjen Dr. Tubagus Hasanuddin, pengurus dan anggota Paguyuban Pasundan yang datang dari berbagai wilayah.

Baca juga:  Banyak Jalan Rusak di Kabupaten Cianjur, Begini Kata Komisi V DPR

Usai pelaksanaan seremonial di alun-alun Kabupaten Cianjur, acara dilanjutkan dengan kunjungan serta peresmian Hanggar Paguyuban Pasundan di wilayah terdampak gempa Cianjur, tepatnya di Desa Benjot Kecamatan Cugenang.

Wilayah itu diketahui sebagai daerah terdampak paling besar pada saat terjadi musibah bencana alam gempa dan longsor pada Senin  pukul 13.21 wib (21/11/2022) lalu.

Kini nampak sudah mulai menggeliat dengan berbagai aktivitas warga serta pembangunan infrastruktur bangunan di lokasi tersebut.

Dalam sambutan sebelum peresmian hanggar, Ketua umum Paguyuban Pasundan Prof.Dr.Tarmidzi menyampaikan, keprihatinan sekaligus kepedulian pada warga sekitar yang terdampak gempa.

“Tujuan pembangunan hanggar yang kita resmikan hari ini adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sekitar. Salah satunya pelatihan-pelatihan UMKM yang disesuaikan dengan potensi wilayah desa seperti pertanian dan perkebunan,” ucapnya dalam memberi dukungan semangat pada warga terdampak.

Hal senada disampaikan, Dewan Pengaping Paguyuban Pasundan, Mayjen TNI Dr.Tubagus Hasanuddin yang berkesempatan hadir untuk memberikan semangat dan dukungan pada warga desa benjot tersebut.

Baca juga:  14 Berbagai Komunitas di Pajampangan Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur

Sementara itu, Kepala Desa Benjot, Sopyan Sori, S.Pd menguncapkan terimakasih mendalam atas kepedulian seluruh pihak khususnya kepada Paguyuban Pasundan yang membangun “pusat kebangkitan ekonomi” dan normalisasi kehidupan sosial warganya dengan peresmian Hanggar Paguyuban Pasundan tersebut.

Mewakili masyarakat, diucapkan kades, terima kasih atas kehadiran Paguyuban Pasundan serta seluruh bantuannya. Seperti yang diketahui bersama pada bencana lalu ratusan penduduk daerah itu meninggal, 95% rumah warga rusak parah, 4 Persen rusak sedang dan 1 persen utuh.

“Semoga melalui pemberdayaan yang dilaksanakan di Hanggar ini akan menjadi saran bangkitnya ekonomi warga kami dari berbagai sisi khususnya diawali dari segi ekonomi. Tentu hal tersebut disesuaikan dengan kultur dan potensi warga kami yakni bidang pertanian dan perkebunan,” pungkas Kades.

Pos terkait