Satgas Konservasi Sukabumi Perkuat Sinergi Lintas Sektor Selamatkan Kawasan Lahan Kritis dan Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Aula Rapat Sekretariat Daerah Palabuhanratu, Rabu (02/09/2026).[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Dalam upaya mempercepat pemulihan lingkungan dan mendukung visi pembangunan daerah, Satuan Tugas Konservasi Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi antar lembaga dan komunitas hadir juga Jaga Leuweung Binaan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah 3 ProvinsiJawaBarat. Fokus pembahasan tertuju pada upaya konservasi di wilayah ekosistem tutupan lahan kritis, termasuk kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.

Rapat yang berlangsung di Aula Rapat Sekretariat Daerah Palabuhanratu, Rabu (02/09/2026) ini menjadi langkah konkret Satgas Konservasi untuk menyatukan visi, menyelaraskan program, dan menguatkan kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan Sukabumi.

Menyatukan Gerak untuk Sukabumi Hijau Pertemuan ini menghadirkan perwakilan dari berbagai unsur: instansi pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, hingga komunitas peduli lingkungan. Satu tujuan utama yang diusung: mendukung penuh program Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sukabumi dalam percepatan penanganan lahan kritis dan penguatan fungsi konservasi.

Baca juga:  Milad Ke II Komunitas B3DIL Sekaligus Lantik Dua DPC Kota dan Kabupaten Sukabumi

“Lahan kritis bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal masa depan ketahanan pangan, air, dan bencana. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan satu komando, satu data, dan satu aksi nyata bersama,” ujar perwakilan Satgas Konservasi dalam pembukaan rapat.

Isu degradasi lahan, alih fungsi hutan, hingga tekanan aktivitas manusia di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi sorotan utama. Kawasan yang telah diakui dunia sebagai UNESCO Global Geopark ini dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai penyangga ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat pesisir selatan.

Baca juga:  Akibat Jalan Berlubang Jalur Pajampangan Pengendara Banyak Terperosok Alami Kecelakaan dan Ban Robek

Arah Program: Dari Rencana ke Aksi Nyata

Dalam rakor tersebut, sejumlah poin strategis disepakati bersama:

1.Pemetaan dan Rehabilitasi Terpadu  Sinergi data antar lembaga untuk menentukan prioritas lokasi rehabilitasi lahan kritis.

2.Penguatan Peran Komunitas Memberdayakan kelompok masyarakat dan pegiat lingkungan sebagai garda terdepan konservasi berbasis kearifan lokal.

3.Edukasi dan Kampanye Publik Meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar Geopark Ciletuh tentang pentingnya menjaga kelestarian geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya.

4.Dukungan Kebijakan Menyelaraskan program Satgas dengan RPJMD Kabupaten Sukabumi dan program Provinsi Jawa Barat.

Para peserta rapat sepakat bahwa konservasi tidak boleh berhenti di atas kertas. Aksi nyata di lapangan, monitoring berkala, dan pelibatan generasi muda menjadi kunci keberhasilan.

Baca juga:  Bupati Marwan Resmikan Tempat Destinasi Wisata Curug Sodong, di Kawasan Ciemas Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Komitmen Bersama untuk Warisan Anak Cucu. Dengan semangat kebersamaan, Satgas Konservasi Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak penyelamatan lingkungan.

“Ini bukan tugas pemerintah saja. Ini tugas kita semua. Mari kita jaga Sukabumi, dari hulu ke hilir, dari gunung hingga Geopark Ciletuh, agar tetap lestari untuk anak cucu kita,” tutup pimpinan rapat Rasyad Muhara Kabag Sumber Daya Alam (SDA).

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kolektif yang lebih masif, guna mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang hijau, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan.(*)

Pos terkait