Satnarkoba Polres Sukabumi Kota, Ungkap 8 Kasus, 12 Terduga Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara

Polres Sukabumi Kota saat menggelar konferensi pers ungkap 8 kasus narkotika di wilayah hukum Polres Sukabumi.| Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Dalam kurun waktu Satu bulan, Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota mengungkap 8 kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 12 tersangka. Hal itu disampaikan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (26/06/2023).

“Selama bulan Juni ini, Polres Sukabumi Kota telah mengungkap 8 kasus dengan 12 tersangka, diantaranya yang terjadi di wilayah Kecamatan Warudoyong sebanyak 2 kasus, Kecamatan Cisaat sebanyak 2 kasus, Kecamatan Sukaraja, Gunungpuyuh, Baros dan Kebonpedes sebanyak 1 kasus,” kata Ari di hadapan para wartawan.

Baca juga:  Sport Centre Kelurahan, Program Unggulan Pemkot Sukabumi Rampung Dilaksanakan

Lanjut dia, dari 12 tersangka yang kita amankan ini, kita berhasil mengamankan barang bukti Sabu sebanyak 13,43 gram, Ganja sebanyak 747,43 gram, Psikotropika sebanyak 104 butir dan obat terlarang sebanyak 5613 butir, sebuah alat hisap atau bong, sebuah kartu ATM, 12 unit Handphone berbagai merk dan uang tunai sebesar 260 Ribu Rupiah.

“Adapun modus yang dilakukan ke-12 terduga pelaku melakukan berbagai modus untuk mengedarkan narkoba dan obat terlarang di wilayah Kota Sukabumi sekitarnya. Dengan cara peredarannya, mereka menggunakan cara dengan via transfer, kemudian dia menginformasikan barang yang sudah disimpan di suatu tempat dan nanti pembeli akan mengambil. dan ada juga dengan cara langsung ketemu antara pengedar ataupun kurir dengan pembeli,” bebernya.

Baca juga:  Lima Predator Anak Diringkus Polres Sukabumi, Simak Kedekatan Pelaku dengan Korban

Ari juga mengatakan, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan Jajarannya tersebut berhasil menyelamatkan warga dari bahaya narkoba hingga 6 Ribu jiwa. Dan dari pengungkapan kasus ini, polisi dapat menyelamatkan warga dari pengaruh narkoba dan obat terlarang ini kurang lebih 6 Ribu jiwa,” jelasnya.

“Terhadap para pelaku disangkakan dengan pasal 112 ayat 1 dan 2, pasal 114 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan pasal 196, pasal 197 undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun,” pungkasnya.

Baca juga:  Aliansi Maysarakat Sukabumi Raya Suarakan Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia

 

Pos terkait