Sungguh Malang! Seorang Anak di Surade Sukabumi, Kesehariannya Tergolek Ditempat Tidur

FOTO: Beginilah kondisi Haikal, saat di gendong sang Ibunda.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Memiliki buah hati terlahir dan tumbuh sempurna adalah dambaan semua keluarga. Namun itu tidak dirasakan pasangan Supendi (49) dan Elih (40), warga Kampung Ciawi RT 07/03, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Sudah hampir delapan tahun Supendi dan Elih berpasrah diri pada nasib, itu semenjak anaknya bernama Haikal (8) mengalami gagal pertumbuhan. Kini bocah malang itu hanya bisa tergolek di tempat tidur.

“Sekarang saya pasrah. Ini mungkin sudah takdirNya. Saya telah berusaha membawa Haikal berobat kesana sini namun tidak ada perkembangan,” ucap Elih kepada lingkarpena.id Selasa (25/6/2024).

Kata Elih, sejak lahir ia tidak merasakan hal aneh pada anaknya. Namun ketika usia Haikal menginjak tujuh hari, Elih sering melihat tangan anaknya bergetar.

Baca juga:  Glebod Berbagi, Sasar Anak Yatim dan Jompo di Sukabumi

“Waktu lahir saya tidak merasakan hal yang aneh. Tetapi ketika Haikal usia tujuh hari saya sering melihat tangan anak saya bergetar secara spontan,” tutur Elih.

Kondisi seperti berlangsung selama beberapa bulan. Terdorong penasaran ahirna Supendi dan Elih membawa anaknya berobat ke RSUD Palabuanratu. Selang beberapa bulan dan karena tidak ada perkembangan membaik ahirnya Haikal dibawa berobat ke Rumah Sakit Hermina di Sukabumi.

“Berobat di Hermina tidak lama karena saya tidak punya biaya banyak. Waktu itu saya masuk kategori umum,” jelas Elih.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Pemdes Cidadap Simpenan Sukabumi Distribusikan Air Bersih

Seiring jalannya waktu kondisi Haikal tidak ada tanda tanda membaik. Karena penasaran Supendi terus berusaha untuk kesembuhan anaknya. Sejak kepulangan berobat dari Sukabumi, Haikal tak henti diobati, salah satunya ke ahli pijat tetapi. Hanya usaha itu tak membuahkan hasil.

Kini usia Haikal menginjak ke delapan tahun. Supendi dan Elih tak berdaya dan pasrah pada nasib. Diakui Elih bukannya ia tidak ingin membawa anaknya berobat namun karena keterbatasan biaya ahirnya mereka menyerah. Apalagi Supendi yang bermata pencaharian hanya kuli serabutan.

“Jangankan untuk biaya berobat dapat rejeki sedikit pun hanya cukup buat makan,” ujarnya.

Baca juga:  PU, Wujudkan Impian Warga Tenjojaya, Bupati: Resmikan Rumah Jajang

Kondisi Haikal cukup memperihatinkan. Kedua tangan dan kakinya seperti kaku, tak bisa digerakan. Kesehariannya hanya tergolek di tempat tidur.

“Sekarang Haikal susah makan. Untuk makannya saya buatkan tepung beras, dibuat bubur,” tutur Elih.

Ketika disinggung soal bantuan, Elih mengaku pernah mendapat bantuan kursi roda dari Baznas. Hanya saja hingga kini belum bisa digunakan.

“Anak saya belum bisa duduk. Tapi entah kalau kedepannya,” tandas Elih.

Kepala Desa Gunungsungging, Nanang, membenarkan bahwa anak tersebut adalah warganya. Diakuinya saat ini pihaknya terus memantau dan memberi perhatian pada kasus ini.

Pos terkait