TNI AL Ujunggenteng Bareng Stakeholder Gelar Penanaman Mangrove di Kawasan Konservasi Penyu Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Upaya pelestarian lingkungan pesisir dan peningkatan kapasitas nelayan kecil di Kabupaten Sukabumi terus digencarkan. Pada Kamis, 25 September 2025, Pos Angkatan Laut (Posal) Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Ujunggenteng, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, sukses melaksanakan kegiatan penanaman mangrove.

 

Sebanyak 500 pohon mangrove ditanam di Muara Pasir Putih, yang berada dalam Kawasan Konservasi Penyu, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

 

Komandan Posal TNI AL Ujunggenteng, Letda Laut (P) Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya menyukseskan Program Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil.

 

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melaksanakan diseminasi rehabilitasi pesisir dan penanaman pohon mangrove pada tahun anggaran 2025,” terang Letda Laut (P) Andri Kurniawan.

Baca juga:  Sinergi Satradar 216 Cibalimbing Bersama Polri dan Forkopimda Sukabumi Tanam Mangrove Serentak

 

Beliau menambahkan bahwa penanaman mangrove ini sangat penting untuk menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut, yang pada akhirnya akan mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

 

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini dihadiri oleh beragam pihak, menunjukkan sinergi kuat antarinstansi dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

 

Dari jajaran TNI AL hadir Komandan Posal Ujunggenteng beserta staf. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kabupaten Sukabumi, Syahbandar Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Palabuhanratu, serta Satuan Pelayanan Taman Pesisir Pangumbahan yang merupakan pengawas Konservasi Penyu.

Baca juga:  Long Weekend, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Selatan Sukabumi

 

Perwakilan pemerintah desa juga turut serta, yaitu Pemerintah Desa Pangumbahan.

 

Semangat kebersamaan juga terlihat dari kehadiran perwakilan masyarakat, meliputi Rukun Nelayan Ujunggenteng, Pokmaswas Ujunggenteng, dan Balawista Pangumbahan Ujunggenteng.

 

Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam melestarikan lingkungan pesisir Sukabumi.

 

Rangkaian acara diawali pada pukul 10.00 WIB dengan proses registrasi peserta dan pembukaan resmi di kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan.

 

Selanjutnya, pada pukul 10.40 WIB, sambutan disampaikan oleh Kepala Bidang Penangkapan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, yang menggarisbawahi pentingnya program ini bagi keberlanjutan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan.

 

Pukul 10.55 WIB, giliran perwakilan dari Satuan Pelayanan Taman Pesisir Pangumbahan, selaku pengawas Konservasi Penyu, memberikan sambutan, menekankan peran mangrove sebagai benteng alami pesisir dan habitat penting bagi penyu.

Baca juga:  Semarak HUT TNI ke-80, Kodim 0622 Sukabumi Gelar Bakti Kesehatan

 

Tepat pukul 11.00 WIB, seluruh peserta secara serentak memulai aksi penanaman 500 pohon mangrove di Muara Sungai Pasir Putih.

 

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan penanaman pohon mangrove di kawasan Konservasi Penyu Muara Sungai Pasir Putih ini berhasil diselesaikan pada pukul 11.15 WIB.

 

Seluruh rangkaian kegiatan penanaman mangrove ini berjalan dengan aman dan lancar hingga berakhir pada pukul 12.00 WIB. Diharapkan, dengan penanaman 500 pohon mangrove ini, kelestarian ekosistem pesisir di Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan dapat terjaga, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi nelayan dan masyarakat sekitar.

Pos terkait