Viral Tik Tok: Murid SDN Suradita Sukabumi 2 Tahun Belajar Dibalik Bilik Bambu, Jumlah Murid Saat Ini

FOTO: Tempat kegiatan belajar mengajar Sekolah Dasar Negeri SDN Suradita, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi saat ini.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Dampak pergerakan tanah di Kampung Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi pada akhir tahun 2020 lalu masih menyisakan PR penting bagi Dinas Pendidikan.

Akibat bencana alam terebut sejumlah fasilitas sosial dan fasilitas umum mengalami rusak berat. Bahkan tidak dapat difungsikan lagi, termasuk SD Negeri Suradita ini.

Akibat itu, kini sebanyak 39 siswa Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) Suradita terpaksa belajar di kelas berbilik Bambu. Kondisi seperti itu sudah berjalan selama dua tahun.

Pada Rabu, 31 Mei 2024 lalu kondisi bangunan SDN Suradita kembali menyita publik lantaran seorang mahasiswa sekaligus aktivis sosial bernama Irpan Maulana mengunggahnya di media sosial tiktok.

Baca juga:  Tokoh Kasepuhan Turut Prihatin Siswa Tak Lolos PPDB di SMAN 1 Cisolok Sukabumi

Video berdurasi 04 : 53 detik itu mengupas kondisi SDN Suradita yang hanya memiliki 7 orang tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Dila, salah seorang pengajar di Sekolah tersebut mengatakan, sudah beberapa kali mengajukan ke pihak terkait tapi hingga saat ini belum terealisasi.

“Yang menjadi kendala kami disini ketika turun hujan. Banyak tanah liat yang terbawa masuk keruangan Kelas. Iya, karena sekolah berlantai tanah,” kata guru yang mengaku sudah dua tahun mengabdi di sekolah tersebut.

Baca juga:  Sekolah Tatap Muka Masih Tunggu Restu Disdik

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha kepada lingkarpena.Id menuturkan, saat ini pihaknya lagi menunggu kejelasan lokasi lahan untuk pembangunan sekolah SDN Suradita itu.

Dijelaskan Eka Nandang, berdasar informasi yang diterima oleh pihak dinas bahwa lahan yang digunakan sekolah sekarang ini adalah milik PTPN.

“Kami sedang menunggu lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolahnya. Kalau sekarang dialokasikan untuk membangun, sementara lahannya belum ada, bingung juga,” jelas mantan Kadiskominfosan Kabupaten Sukabumi ini.

Baca juga:  Soal Relokasi SDN Ciherang. Bupati Sukabumi : Sabar, Kita Tunggu Tim Geologi

Informasi didapat, bangunan SDN Suradita pada akhir 2020 lalu terdampak pergeseran tanah. Untuk menghindari hal yang tidak diharapkan saat itu PGRI dan orangtua siswa sepakat mendirikan bangunan sekolah sementara. Dindingnya memang terbuat dari anyaman bambu (bilik).

Karena dianggap mengancam keselamatan anaknya para orangtua memindahkan anak anaknya ke sekolah lain. Akibatnya jumlah siswa menjadi berkurang, kini yang masih bertahan hanya 29 siswa saja.

Pos terkait