Wow! Kasus Tipu Gelap Rp1,2 Miliar Oknum Anggota DPRD Kota Sukabumi Minta Hakim Vonis Bebas

Gedung Pengadilan Negeri Kota Sukabumi | Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Kasus penipuan dan penggelapan lima pangkalan gas elpiji 3 kg yang dilakukan oleh Oknum Anggota DPRD Kota Sukabumi, yang berinisial IR, meminta Majelis Hakim agar ketuk bebas.

Hal itu disampaikan oleh Jakasa Penuntut Umum (JPU) Jaja Subagja saat mendengar pada sidang tanggapan pembelaan yang dilontarkan oleh Tim Kuasa Hukum terdakwa di ruang sidang Kartika Candra 023 Pengadilan Negeri Kelas IIB Kota Sukabumi.

“Iya, alasan tim kuasa hukum terdakwa Ivan ini meminta kepada Majelis Hakim untuk vonis bebas lantaran hal ini bukan kasus penipuan, namun bentuk wanprestasi,” kata Jaja kepada Lingkarpena.id seusai persidangan, Senin (18/12/2023).

Baca juga:  Restauran Kazoku Kota Sukabumi Terbakar, Dua Unit Damkar Dikerahkan

Lanjut dia, ini merupakan agenda sidang tanggapan pledoi dari tim kuasa hukum terdakwa Ivan. Meminta vonis bebas atas kliennya, karena kasus ini bukan perjanjian tetapi dari kata-kata bohong terdakwa yang akan mengajak kerjasama saksi korban dengan memperlihatkan perjanjian perusahaan pangkalan gas milik orang lain, yang diakui terdakwa bahwa lima pangkalan itu miliknya.

“Ya kan jadi awal mendapatkan uangnya itu bukan dari perjanjian, jadi dia bohong bahwa dia akan mengajak kerjasama dengan memperlihatkan perjanjian untuk perusahaan pangkalan gas milik Ade Rahma, milik Rini, milik Neneng, milik Cepi Suherlan dan milik Bambang,” bebernya.

Nah, terkait dengan uang sebesar Rp 1,2 miliar sambung dia, itu hasil dari penipuan terdakwa kepada saksi korban itu digunakan bukan untuk bisnis, melainkan keperluan pribadinya. Selain itu, lanjut Jaja, terdakwa Ivan juga memberikan uang Rp 20 juta kepada saksi korban selama tiga bulan seakan-akan itu profit dari hasil penjualan gas elpiji.

Baca juga:  Siswa SD di Sukabumi Tewas Mengenaskan, Akibat Sabetan Sajam di Leher

“Jadi mengenai profit yang seakan-akan itu hasil dari penjualan gas kepada saksi korban Didin, yang mencapai Rp 20 juta selama tiga bulan itu adalah dari uang yang Rp 1,2 miliar itu, jadi dia itu meyakinkan ada profit,” ungkapnya.

Menskipun begitu tambah dia, hasil dari keterangan si pemilik sekaligus pengelola pangkalan gas elpiji itu, sambung Jaja, tidak pernah memberikan benefit kepada terdakwa Ivan. Bahkan dia juga tidak mengetahui bahwa kelima pangkalan gas elpiji yang dikelolanya itu akan dijual kepada saksi korban.

Baca juga:  Wali Kota Sukabumi Secara Simbolis Salurkan Bantuan BSRS Prasejahtera, Untuk Perbaiki 537 Rutilahu

“Terdakwa Ivan ini meyakinkan ada profit, padahal bukan, setelah ditanyakan pada pemiliknya Ade Rahma, dan juga pengelola, dan dia juga tidak tahu bahwa lima pangkalan itu mau dijual kepada Didin, karena tahunya dia menandatangani aja di atas materai,” paparnya.

Selain itu juga, Jaksa Jaja memberikan informasi bahwa jadwal persidangan selanjutnya akan dilaksanakan pada 4 Januari 2024. Dengan agenda sidang putusan Majelis Hakim,” pungkasnya.

Pos terkait