150 Warga Binaan Lapas kelas IIB Sukabumi jalani vaksinasi, Rabu (10/11). [Foto: Ist]

150 Warga Binaan Lapas Sukabumi Ikuti Vaksinasi, Ada 1 Orang Parno Jarum Suntik

KOTA SUKABUMI

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Pelaksanaan vaksin covid-19 gencar dilakukan oleh pemerintahan Indonesia guna melancarkan penanggulangan penyebaran virus covid-19. Tidak mau ketinggalan, Lapas Sukabumi pun terus melakukan vaksinasi kepada warga binaan, dilaksanakan Rabu (10/11/21).

“Vaksinasi Ini merupakan kali ke 3 kegiatan yang digelar di lingkungan Lapas Sukabumi bagi warga binaan. Kegiatan vaksin ini diikuti oleh 150 warga binaan diantaranya yang mendapatkan vaksin dosis pertama 57 orang dan vaksin dosis ke dua 38 orang. Vaksin yang di berikan merupakan vaksin Astrajaneka untuk dosis ke dua dan Sinovac untuk dosis pertama,” ujar Kalapas Sukabumi kelas IIB Christo Toar, kepada awak media.

Baca juga:  2.000 Orang Jadi Target Polres Sukabumi Kota, Ini Kata Sy Zainal

Kegiatan vaksinasi ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Sukabumi yang mengirimkan alat vaksinasi melalui Dinas Kesehatan. Sementara pelaksanaan kegiatan vaksin dilakukan oleh 11 tenaga bantuan kesehatan dari Puskesmas Pabuaran. Seluruh kegiatan di pantau langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Sukabumi, Christo Victor Nixon Toar itu.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Walikota Sukabumi, sudah membantu Lapas dalam memberikan hak-hal warga binaan sebagai warga negara Indonesia. Contohnya, pelayanan kesehatan pada saat ini yaitu vaksinasi,” terang Kalapas.

Baca juga:  Jokowi: Tinjau Sinergitas Polri BEM dan OKP Saat Gelar Vaksinasi Merdeka di IPB Bogor

Kalapas juga ucapkan terima kasih kepada Nakes Puskesmas Pabuaran yang sudah memberikan waktu dan tenaganya untuk warga binaan dengan dilaksanakannya Vaksin Covid-19 ini.

“Seluruh warga binaan sudah divaksin. Semoga dapat menjadi dampak baik dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus covid,” ucap Kalapas.

Sementara itu, di tengah kegiatan vaksin salah satu WBP sebut saja Iki (nama samaran) merasa ketakutan yang disebabkan oleh doktrin dari orang banyak yang mengatakan bahwa disuntik itu sakit.

“Sebenarnya saya takut disuntik. Terakhir disuntik waktu Sekolah SD, itu pun saya ngumpet. Sekarang saya teringat lagi dan takut untuk disuntik,” gumam Iki.

Baca juga:  Serikat Buruh Sepakat Peringati Mayday 2021 dengan Berbagi Sesama dan Menjaga Protkes

 

Redaksi: Lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan