Produksi Tepung Krosok di Desa Girijaya Capai 5 Ton Perhari

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Singkong atau Ketela Pohon menjadi komoditas unggulan di Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Bahkan menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi yang besar di desa tersebut.

Tanaman jenis umbi-umbian ini menjadi komoditas favorit untuk petani di sekitar desa. Sebab, banyak warga desa membuka usaha pembuatan tepung krosok (tepung tapioka yang masih kasar) menggunakan bahan baku singkong.

Baca juga:  Motivator dari Betawi Haikal Hassan Baras Perdana Kunjungi Sukabumi

Pemilik pabrik tepung krosok, Mukna (65) warga Kampung Kopeng RT02 RW09 Desa Girijaya mengatakan, pabrik pengolahan tepungnya itu mampu memproduksi 5 ton singkong setiap harinya.

“Dari lima ton singkong yang diolah dapat menghasilkan 3,8 ton krosok atau sekitar 25 persen dari bahan baku mentahnya. Untuk Pemasaran dikirim ke wilayah Bogor yang merupakan pusat produksi tepung tapioka di Indonesia,” ungkapnya kepada Lingkarpena.id, Kamis (8/10/2020).

Baca juga:  Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Melonjak, Warga Pajampangan Tetap Berburu untuk Hari Raya

Baca juga: BUMDes Mekarasih Sukabumi Dirikan BUMDesmart

Sedangkan bahan baku singkongnya ia biasa membeli dikisaran Rp1.100 – Rp1.200. Harga tersebut dalam keadaan singkong yang sudah dikupas kulitnya.

“Apabila dijual dalam bentuk tepung krosok harganya mencapai Rp5.500 perkilogram. Tetapi itu tergantung dari kualitas tepung serta harga pasaran, biasanya harga akan turun apabila stok tepung sedang melimpah,” bebernya.

Baca juga:  Harga Minyak Goreng Masih Melambung, Kemendag: Ancam Tegas Pelaku Usaha Coba Main-Main

Sambung Mukna, bahan baku singkong biasanya ia dapatkan dari petani setempat. Selain itu mendapatkan pasokan dari daerah Jampang yang merupakan pemasok utama untuk komoditas ini.

“Kalau singkong dari Jampang ini rutin mengirim setiap hari ke sini dan jumlahnya cukup banyak, tapi untuk petani singkong di sini jumlahnya terbatas,” tukasnya.

Pos terkait