Aksi PMII Sukabumi, Soal Penanggulangan Penyakit Lain Pasca Covid-19 Harus Dilaksanakan

Mahasiswa PMII Kota Sukabumi saat menggelar aksi meminta Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyikapi penyakit pasca covid-19.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, pada Senin (13/03/2023)

Hasby Raudul ulum, Ketua PC PMII Kota Sukabumi mengatakan, pihaknya menggelar aksi demonstrasi ini sebagai peringatan kepada dinkes. Pasalnya menurut Hasby upaya optimalisasi vaksin booster harus terus dilakukan.

“Kami mendapati bahwa program vaksinasi ini kurang begitu optimal, karena hanya dilakukan berdasar jadwal-jadwal tertentu. Ini terjadi di Puskesmas di Kota Sukabumi, artinya vaksinasi itu tidak selalu bisa dilakukan dan warga bisa mendapatkan setiap hari,” jelas Hasby.

Baca juga:  Tertibkan Prokes, Polres Sukabumi Kota Gencar Patroli di Beberapa Titik

Pemuda dengan sapaan akrab Apeng ini juga menambahkan, selain mendorong optimalisasi vaksin booster, PC PMII Kota Sukabumi juga menyoroti akan tingginya kasus Demam Berdarah (DBD) yang terjadi.

“Kami juga menyoroti ihwal kasus demam berdarah yang terbilang cukup tinggi di Kota Sukabumi. Pada bulan Maret ini saja terakhir sampai 35 kasus,” terangnya.

Baca juga:  PC PMII Kota Sukabumi Soroti Carut-Marut Tata Kelola Pendidikan, Fahmi Fauzi: Jangan Biarkan Masa Depan Anak Bangsa Dikorbankan oleh Sistem yang Gagal

Lanjut Hasby, “Kami berduka cita, karena satu pasien diantaranya meninggal dunia. Dinkes harus segera betindak lebih maksimal atas adanya lonjakan kasus ini,” sambungnya.

Lebih jelas Apeng memaparkan, point yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan.

“Ada empat hal yang menjadi tuntutan kami. Percepatan pemerataan vaksinasi booster di Kota Sukabumi, Ketersediaan vaksin di Puskesmas yang dilakukan kapan saja (tidak menunggu jadwal tertentu), Peningkatan kesehatan masyarakat pasca gelombang Covid19 dan penanggulangan
terhadap wabah demam berdarah serta potensi penyakit lainnya,” tandasnya.

Baca juga:  Wali Kota Sukabumi, Buka Coaching Clinic MMA Untuk Cetak Generasi Milenial Dalam Kegiatan Positif Beladiri

Pos terkait