Keluarga Samson Dapat Intimidasi, Kuasa Hukum: Tatanan Hukum Sangat Lemah

FOTO: Tusyana Priyatin, S.H., Kuasa hukum keluarga Samson korban pengeroyokan, saat berada di kediaman keluarga yang mendapat intimidasi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Alih alih mendapatkan keadilan, keluarga Suherlan alias Samson (33) malah mendapat perlakuan tak menyenangkan yang dilakukan oleh salah seorang terduga pelaku.

Kejadian itu dialami Firli, adik Samson. Ia mengaku diintimidasi oleh salah satu terduga pelaku yang kini beratatus tahanan kota.

Perlakuan tak menyenangkan yang dialami Firli ia rasakan langsung saat ia hendak pergi ke WC umum. Dirinya dipanggil lalu dikata katai kasar, bahkan menyebut nama binatang.

“Saya ke WC umum, tiba-tiba dipanggil dan dihina pakai kata-kata kasar. Katanya, ‘anjing, monyet, masih aja tinggal di sini, ngapain ke air di sini?’ Saya diam, tapi dia terus mengintimidasi,” kata Firli, Jumat (2/5/2025).

Baca juga:  SBY Dibekuk Polisi di Sukabumi, Ngaku Bisa Cairkan Bansos PKH dan BPNT

Akibat kejadian itu sangat berdampak pada psykologis Firli. Ia mengaku ketakutan dan tak lagi bisa menggunakan fasilitas umum di sekitar rumahnya karena tekanan yang terus menerus dirasakan.

“Kami gak punya WC di rumah, gak pernah dapat bantuan. Jadi ke WC umum pun gak bisa sekarang,” ujarnya.

Firli kini tinggal sementara di rumah seorang warga bernama Eman di Palabuhanratu. “Alhamdulillah di sini baik semua. Dikasih makan, jajan anak juga dikasih. Saya bantu-bantu masak juga,” ungkapnya.

Baca juga:  Selama Tiga Hari, Pelaku Pembunuhan Wanita di Cibadak Dihantui Arwah Korban

Kuasa hukum keluarga korban, Ketua DPC Serikat Pengacara Indonesia (SPI) Sukabumi Raya, Tusyana Priyatin, S.H., menyebut intimidasi yang dialami Firli sangat tidak manusiawi. Ia menyesalkan lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku.

“Kasus ini sudah masuk tahap dua, P21 dan berkasnya sudah di kejaksaan. Tapi saya dengar pelaku jadi tahanan kota,” tandasnya.

“Sekarang dia malah mengintimidasi keluarga korban. Ini benar-benar tidak masuk akal, tatanan hukum yang sangat tidak adil,” kata Tusyana dengan nada geram.

Baca juga:  Polisi Lidik Dugaan Pungli di Kawasan Wisata Alam Palabuhanratu Sukabumi dengan Dalih Restribusi

Tusyana menegaskan pihaknya akan menempuh langkah hukum serius. “Kami akan melayangkan citizen lawsuit untuk menuntut keadilan. Surat audiensi sudah kami layangkan ke DPRD terkait dinas sosial dan kesehatan, tapi belum ada respons sampai sekarang,” tegasnya.

Keluarga korban berharap para pelaku diadili secara tegas dan mendapat hukuman setimpal. “Saya cuma ingin keadilan, pelaku ditangkap dan dihukum. Kami minta negara hadir membela rakyat kecil seperti kami,” pungkas Firli.

Pos terkait