Danrem 061/SK Mulai Pembangunan Jembatan Garuda, Akses Warga Cimanggu Segera Terhubung

LINGKARPENA.ID | Upaya membuka keterisolasian wilayah terus dilakukan. Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/4/2026).

 

Jembatan sepanjang 51 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut dirancang untuk menghubungkan Kampung Cinagrog (Desa Sukamaju) dan Kampung Batusapi (Desa Sukamanah), yang selama ini memiliki keterbatasan akses terutama saat kondisi cuaca ekstrem.

 

Dalam sambutannya, Danrem menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah terpencil.

Baca juga:  Ini Tiga Prioritas Pembangunan Jembatan Jalan Lingkar Utara Tahun 2024, Kadis PU; Sudah Masuk Site Plant

 

“Program ini adalah wujud kepedulian negara kepada masyarakat di daerah perintis. Kami berharap pembangunan ini bisa membawa manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan warga,” ujar Brigjen TNI Thomas Rajunio.

 

Ia juga mengajak masyarakat setempat untuk ikut berperan aktif dalam proses pembangunan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.

 

Sementara itu, Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor yang terjalin.

 

“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi harapan baru bagi masyarakat. Ini akan memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga,” ungkapnya.

Baca juga:  Derita Buhori, Warga Surade Hidup Sebatangkara dengan Keterbatasan Penglihatan

 

Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, menambahkan bahwa pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari. Ia optimistis pengerjaan dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat.

 

“Kami mengajak seluruh warga untuk bergotong royong. Dengan kebersamaan, pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan hasilnya dapat segera dirasakan,” katanya.

 

Rasa haru juga disampaikan oleh perwakilan warga, Ustad Miftah. Ia mengungkapkan bahwa jembatan tersebut telah lama dinantikan, terutama setelah akses sempat terputus akibat banjir besar pada akhir 2024.

Baca juga:  Panorama Cikondang Cimanggu Sukabumi Sepi Pengunjung

 

“Alhamdulillah, akhirnya harapan kami terwujud. Jembatan ini sangat berarti bagi kehidupan kami sehari-hari,” tuturnya.

 

Selain agenda peletakan batu pertama, rombongan juga meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang telah mendekati tahap akhir, serta bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al Aman di wilayah Cimanggu.

 

Kegiatan ditutup dengan pelepasan ikan di Sungai Ciseureuh sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, yang disambut antusias oleh masyarakat sekitar. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan.

Pos terkait