LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa setiap pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi harus mengedepankan kualitas, profesionalitas, serta kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ayep Zaki pada Selasa (11/8/26) saat melihat secara langsung progres pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah harus dikerjakan secara serius dan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek semata.
Menurutnya, kualitas pekerjaan menjadi salah satu hal utama yang harus menjadi perhatian dalam setiap pembangunan di wilayah Kota Sukabumi. Pemerintah daerah, kata dia, tidak menginginkan adanya pembangunan yang dalam waktu singkat sudah mengalami kerusakan sehingga kembali membebani anggaran daerah.
“Jadi semua pembangunan Kota Sukabumi harus berkualitas. Ini yang saya harapkan adalah pekerjaan-pekerjaan yang profesional, pakai ini semuanya profesional, semuanya bagus, berkualitas,” ujar Ayep Zaki saat meninjau pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh.
Ayep menegaskan, pembangunan infrastruktur pemerintah seharusnya tidak sekadar mengejar target penyelesaian pekerjaan. Lebih dari itu, hasil pembangunan harus mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang dan memiliki ketahanan yang baik sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas tersebut secara optimal.
Ia berharap setiap pelaksanaan proyek di Kota Sukabumi dilakukan dengan standar pekerjaan yang baik, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga tahap akhir pembangunan.
“Supaya jangka panjangnya ini, bila perlu nanti kita kalau proyek uang besar di Kota Sukabumi dikerjakannya oleh BUMN,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya dorongan dari pemerintah daerah agar proyek-proyek strategis dengan nilai anggaran besar ditangani oleh pihak yang memiliki kapasitas, profesionalitas, serta kemampuan teknis yang memadai. Namun demikian, prinsip utamanya tetap pada bagaimana pekerjaan tersebut dapat menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ayep juga menyampaikan bahwa dirinya akan terus melakukan pengawasan terhadap berbagai pembangunan yang tengah berjalan. Menurutnya, pengawasan secara langsung diperlukan untuk memastikan pelaksanaan proyek tidak keluar dari target dan standar kualitas yang telah ditentukan.
“Insyaallah semuanya sesuai target karena dikontrol terus. Saya sendiri yang mengontrol, berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan Kota Sukabumi harus memiliki orientasi jangka panjang. Pemerintah tidak ingin pembangunan hanya terlihat bagus ketika baru selesai dikerjakan, tetapi kemudian mengalami kerusakan dalam waktu satu atau dua tahun.
Karena itu, Ayep kembali menekankan pentingnya kualitas dalam setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara maupun daerah.
“Jadi semua pembangunan Kota Sukabumi harus berkualitas, ya berkualitas supaya bisa jangka panjang. Jangan hanya satu dua tahun sudah rusak,” pungkasnya.
Penegasan Wali Kota Sukabumi tersebut sekaligus menjadi pesan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, baik organisasi perangkat daerah, konsultan perencana, pengawas, maupun penyedia jasa konstruksi.
Pembangunan infrastruktur pada dasarnya bukan hanya persoalan menyerap anggaran dan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal. Setiap proyek pemerintah memiliki tanggung jawab publik karena pembiayaannya bersumber dari keuangan negara atau daerah yang pada akhirnya merupakan bagian dari kepentingan masyarakat.
Oleh sebab itu, kualitas pekerjaan harus menjadi indikator penting selain ketepatan waktu dan kesesuaian anggaran.
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh sendiri menjadi salah satu fasilitas pemerintahan yang diharapkan dapat menunjang pelayanan publik di tingkat kewilayahan. Dengan pembangunan yang dilakukan secara profesional, fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan lingkungan kerja yang lebih representatif sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat ketika mendapatkan pelayanan administrasi pemerintahan.
Di sisi lain, pengawasan langsung yang disampaikan Ayep Zaki juga memperlihatkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi ingin memastikan pembangunan tidak berhenti pada tahap seremoni atau laporan administratif semata.
Sebab, kualitas pembangunan baru dapat dirasakan masyarakat ketika hasil pekerjaan tersebut mampu bertahan dan memberikan manfaat dalam waktu yang panjang.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan Wali Kota Sukabumi bukan sekadar mengenai pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh, tetapi juga menjadi gambaran arah pembangunan infrastruktur Kota Sukabumi ke depan: profesional dalam pengerjaan, berkualitas dalam hasil, tepat dalam pengawasan, serta berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.
Pemerintah Kota Sukabumi diharapkan mampu menjaga komitmen tersebut dalam setiap proyek pembangunan, terutama proyek dengan nilai anggaran besar. Sebab, pembangunan yang berkualitas pada akhirnya bukan hanya menjadi wajah pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan dan investasi jangka panjang bagi masyarakat Kota Sukabumi.






