SUKABUMI – Kondisi jalan kabupaten ruas Ciracap–Mareleng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, yang mengalami kerusakan parah, menjadi sorotan publik setelah unggahan mengenai kondisi jalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Jumat ( 6/11/2026 ).
Unggahan yang dibagikan akun Android Pajampangan itu mengundang beragam reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan keluhan, sindiran, hingga mempertanyakan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal.
Kolom komentar pun dipenuhi tanggapan dengan berbagai bahasa dan gaya penyampaian. Sebagian warganet bahkan menyampaikan kritik menggunakan bahasa Sunda.
Salah satu komentar datang dari akun Android Pajampangan yang menuliskan, “CIRACAP ting kabupaten mana nyak ???? ting aya camatan ting aya desa an ”
Komentar tersebut disusul akun Kang Usep yang hanya menuliskan, “Beu…..”
Sementara itu, Sugi Cupat Merah mengungkapkan kekecewaannya dengan kalimat, “Ripuh kotaku kota tersisihkan.”
Komentar bernada sindiran juga disampaikan Vandho Baskara dengan menuliskan, “Asjap mubarokah”
Tak hanya itu, Rksd Sya’ban turut memberikan tanggapan, “Matak saraf kejepit jalan rejet ktu th.”
Warganet lainnya, Afsal Lul, menilai kondisi jalan tersebut memiliki keunikan tersendiri. Ia menuliskan, “Jalan nya unik, beda dari yang lain.”
Rudy Heryanto juga memberikan komentar menggunakan bahasa Sunda, “Kama atuh cnah pamarentahan na.”
Sementara itu, Ki Zenggot menyampaikan sindiran sekaligus harapan agar kondisi jalan bisa berubah menjadi lebih baik.
“Can aya nungaku nya, ke mun ges alus, pasti aya nungaku, cnah waktu urang jadi pejabat jalan alus. Cara didie.”
Adapun komentar yang cukup menjelaskan kondisi jalan disampaikan Boy Rensius. Ia menyebut ruas jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan sangat menyulitkan saat musim kemarau.
“Ini jalan dilalui untuk kendaraan roda dua saja musim kemarau sangat repot, dan untuk kendaraan roda empat jelas ga bisa. Infonya ini jalan kabupaten di desa Mekarjaya kecamatan Cidolog menuju kecamatan Cidadap.”
Beragam komentar tersebut memperlihatkan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Bagi pengguna jalan, kerusakan bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi ruas jalan tersebut sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
Pasalnya, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan penting masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas perekonomian antarwilayah.
Ramainya kritik di media sosial diharapkan menjadi perhatian bagi pemerintah daerah agar persoalan kerusakan jalan tidak terus berlarut-larut tanpa kepastian penanganan.