Berelisih dengan Kerabat, Perempuan di Jampangtengah Harus Dilarikan ke IGD

Gambar ilustrasi oleh Shutterstock.[st/net]

LINGKARPENA.ID | Seorang perempuan berinisial A (39) terpaksa menjalani perawatan di IGD Puskesmas Jampangtengah usai mengalami luka pada bagian wajah akibat insiden kekerasan yang diduga dilakukan oleh saudaranya sendiri. Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Nangela, Desa Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/5/2026).

 

Korban tiba di fasilitas kesehatan sekitar pukul 09.30 WIB setelah diantar warga menggunakan sepeda motor. Berdasarkan keterangan petugas medis, peristiwa itu terjadi kurang lebih 30 menit sebelum korban mendapat penanganan.

 

Keributan antara korban dan pelaku disebut menjadi pemicu kejadian tersebut. Dalam penuturannya, korban mengaku mengalami pemukulan menggunakan batu yang mengenai bagian kepala dan wajah secara berulang.

Baca juga:  Gurandil Tewas Tertimbun di Lubang Tambang di Ciemas Sukabumi, Polisi Evakuasi Korban

 

Setibanya di IGD, kondisi korban masih dalam keadaan sadar penuh. Ia mengeluhkan pusing dan mual, namun tidak disertai muntah.

 

Dari hasil pemeriksaan, korban berada dalam kondisi compos mentis dengan nilai GCS 15. Tekanan darah tercatat cukup tinggi di angka 160/90 mmHg, denyut nadi 98 kali per menit, serta frekuensi napas 19 kali per menit.

Baca juga:  Janji Kerja Berujung Nestapa, 17 Warga Jabar Terlantar di Mamuju

 

Tenaga medis menemukan luka robek di pipi kanan sepanjang kurang lebih 4 sentimeter dengan kedalaman sekitar 0,5 sentimeter yang masih mengeluarkan darah. Selain itu, terdapat sejumlah memar pada bagian pelipis kiri, dahi kanan, lengan kiri, serta area kepala.

 

Petugas kemudian melakukan tindakan penjahitan luka sebanyak empat jahitan serta memberikan penanganan lanjutan. Korban juga dibekali edukasi terkait gejala cedera kepala ringan dan diberikan terapi obat-obatan.

Baca juga:  27 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Laut Pantai Sukabumi Selama 2021

 

Kepala Puskesmas Jampangtengah, Sofyan Efendi, membenarkan penanganan terhadap korban dugaan penganiayaan tersebut.

 

“Korban datang dalam kondisi membutuhkan penanganan medis dan langsung kami tangani di IGD,” jelasnya kepada lingkarpena.id Senin (18/5).

 

Sementara itu, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kapolsek Jampangtengah, AKP Asep Jenal Abidin, S. E, dikonfirmasi lingkarpena. id melalui aplikasi perpesanan, menyatakan proses penanganan masih berjalan.

 

“Masih dalam penanganan,” ujarnya dengan singkat.

Pos terkait