Saat itu, suasana di lokasi penemuan ular ini begitu ramai dan sebagian dari warga pasar. Terutama kaum ibu berteriak ketakutan saat Ular Sanca sepanjang 4 Meter dievakuasi petugas.
“Ya, saat evakuasi ibu-ibu berteriak ketakutan melihat penampakan Ular Sanca sebesar ini. Alhamdulillah bisa segera diatasi,” tambahnya.
Petugas Rescue Animal Damkar sudah terlatih dan mempunyai Sertifikat khusus menangani gangguan dari hewan liar. Ular tentu dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan dari warga masyarakat.
“Pesan untuk warga masyarakat Kota Sukabumi, jika mendapatkan gangguan yang dapat membahayakan jangan dilakukan sendiri. Ya misal mendapati hewan berbisa seperti ular. Jadi masyarakat bisa menghubungi di layanan 0266-222155 Pos Damkar. 24 Jam, Insyaallah siap membantu dan meluncur ke Lokasi,” terangnya.
| Baca juga: |
| Dalam Satu Hari, Dua Ular Sanca Hebohkan Warga Kota Sukabumi |
Menurut Edi, ular sanca yang merupakan hewan melata ini diperkirakan datang dari gorong-gorong yang berada di sekitar kios. Diperkirakan ular sedang mencari makanan berupa Tikus Got, namun entah kenapa Ular tersebut berada di tumpukkan Pisang.
“Ular Sanca ini bukan pemakan buah-buahan melainkan pemakan daging. Mungkin saja Ular itu sedang menunggu mangsanya. Bisa saja Tikus yang berkeliaran di kios pisang, karena lokasinya dekat dengan saluran air got,” tambahnya.
“Hewan melata saat melahap mangsanya terlebih dahulu dengan cara digigitnya. Kemudian meremukkan badannya dengan lilitan yang kuat, setelah mangsanya tidak bernyawa, baru ditelan dengan mudahnya,” pungkas Edi kepada awak media.
Reporter: Hendra Sofyan
Redaktur: Akoy Khoerudin






