Lingkarpena.id, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memfasilitasi penyelesaian masalah antara sejumlah kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dengan LSM dan Media, di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Kamis (26/11/2020).
Permasalah dipicu oleh pernyataan APDESI Kabupaten Sukabumi, yang diunggah di media sosial (Medsos) dan viral hingga menuai reaksi masyarakat, terutama LSM dan Media. Pasalnya, dalam video berdurasi 26 detik itu ada pernyataan, perang melawan LSM dan Media yang selalu mengobok-obok desa.
Hadir dalam pertemuan itu, Kapolres Sukabumi Kota dan Kapolres Sukabumi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sukabumi, perwakilan dari PWRI, LSM GAPURA, dan LSM Maung Sagara.
Baca juga: PWI Kabupaten Sukabumi Giring Video Viral Apdesi ke Ranah Hukum
Baca juga: IJTI Sukabumi Raya Kecam Pernyataan Video Apdesi
“Maka dari itu, pemerintah hadir mengajak kesamaan pemahaman, pandangan, dan komitmen semuanya. Meskipun, tidak bisa menghadirkan semua pihak, karena khawatir menyalahi protokol kesehatan, sehingga secara bertahap bisa mengundang rekan rekan lainnya,” ujar Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad.
Ia menjelaskan, pertemuan yang melibatkan berbagai komponen dan rasa kekeluargaan ini, menghasilkan kesepakatan adanya kesamaan dan pemahaman komitmen untuk menghentikan permasalahan dari kedua belah pihak.
“Kita mencari solusi atas permasalahan yang bergejolak di lapangan. Sehingga kedepan tidak menimbulkan kesalahpahaman dan penafsiran yang berbeda. Alhamdulillah, sudah ada titik temu dan kedepan bisa menciptakan Sukabumi yang lebih tenang dan kondusif,” ucapnya.
Baca juga: Banjir Kecaman, Apdesi Kini Dipolisikan LSM dan Wartawan
Selain itu, R. Gani mengajak semua pihak berhati hati dalam menyampaikan pendapat, sehingga tidak ada peristiwa yang memunculkan polemik “Semua berperan penting dalam dinamika kehidupan di Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter : Aris Wbs
Redaktur : Garis Nurbogarullah