Korban Kecelakaan Jalur Sukabumi-Bogor Meningkat, PC SEMMI Sukabumi Raya Kritisi Kinerja dan Tugas Dishub

FOOTO: Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PC SEMMI Sukabumi Raya Rizki Kurnia.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia PC SEMMI Sukabumi Raya, menyoroti angka kecelakaan di jalur Sukabumi-Bogor yang semakin meningkat. Dampak tersebut disebabkan dengan adanya beberapa faktor, termasuk lemahnya pengawasan dari Dinas terkait.

Ketidakseriusan pemerintah dalam meminimalisir angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Sukabumi dirasa tidak begitu tampak nyata dalam perjalanannya.

Menurut Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PC SEMMI Sukabumi Raya Rizki Kurnia menandaskan, dalam hal ini (Dinas Perhubungan) yang seharusnya menjadi pengatur akan keberlangsungan perjalanan bagi masyarakat, menunjukkan ketidakmaksimalannya dalam kinerjanya.

Baca juga:  Video Ucapan HPN dan Hut PWI Kadispar Kabupaten Sukabumi Viral

Padahal dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sukabumi nomor 17 tahun 2013 tentang pengawasan dan pengendalian lalu lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Sukabumi cukup jelas.

Pada Pasal 6 ayat 3 a berbunyi, jam operasi angkutan barang jenis barang hasil tambang, container dan angkutan air minum dalam kemasan (AMDK) dari luar daerah yaitu pukul 19.00 hingga 05.00 WIB.

Sementara pada ayat 3 b berbunyi, waktu operasi angkutan container dan AMDK dalam daerah yaitu mulai pukul 10,00 hingga 16.00 WIB dan 19.00 sampai 05.00 WIB.

Baca juga:  Jawaban Gugus Tugas Covid-19 Soal Pasar Malam di Cidahu

“Aturan di atas masih belum berjalan dengan semestinya. Hal ini jelas mengakibatkan kecemasan di masyarakat, bahkan bisa mengancam nyawa para pengguna jalan,” tegas Rikur, sapaan akrabnya kepada lingkarpena.id Sabtu (22/6).

Rikur merespon dengan tegas akan peristiwa yang terjadi pada satu pekan terakhir ini. Menurutnya sudah ada dua korban nyawa yang melayang akibat dari ketidaktertiban situasi jalanan yang di sebabkan oleh lalainya dinas terkait (Dinas perhubungan) dalam kinerjanya.

Baca juga:  Mobil Ringsek Dihantam KA Pangrango di Cijalingan

“Perlu adanya evaluasi atas kinerja buruk yang telah di lakukan oleh pihak Dinas Perhubungan. Ini sangat perlunya monitoring secara langsung dan menyeluruh dalam pengawasan lalu lintas di Sukabumi,” tandasnya.

Bukan hanya itu, Rikur juga menyebutkan, kalau kinerja buruk ini masih berlanjut maka bersiaplah dengan kecelakaan lebih banyak dan protes keras dari masyarakat yang resah dengan kinerja dari penanggung jawab.

Pos terkait