Pelaku Penyiram Air Keras di Sukabumi Diancam Hukuman 10 Tahun

FOTO: Terduka kasus penyiraman air keras kepada istri dan anak di Kecamatan Nagrak, Ugn(56) tahun saat dihadirkan pada konferensi pers di Polres Sukabumi, Selasa kemarin (31/12/24).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Seorang suami, Ggn (59) Tahun, terduga pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyiram istri dan kedua anak kandungnya dengan air keras, kuran dari satu jam setelah aksi brutalnya pada Minggu (29/12/2024) lalu berhasil diamankan polisi.

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian mengungkapkan, pelaku melakukan aksi brutalnya pada Minggu, 29 Desember 2024 di Kampung Dukuh Nara, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  6 Tersangka Tindak Pidana Curas Curanmor dan Penadah Diungkap Polres Sukabumi Kota

Pihak Kepolisian mengungkapkan , insiden bermula dari pertengkaran rumah tangga, pelaku yang cemburu menuduh istrinya, Dedeh Kurniasih (46), berselingkuh. Emosi memuncak, pelaku mengambil botol berisi air keras yang sebelumnya ia beli secara daring, lalu menyiramkan cairan berbahaya itu ke istrinya.

“Anak-anak korban, Muhammad Sarif Alfian (18) dan Angga Juliana Suakir (11), yang mencoba melindungi ibunya, juga terkena siraman air keras tersebut. Ketiganya langsung dilarikan ke RS Sekar Wangi untuk mendapatkan perawatan,” kata Samian dalam keterangannya, Selasa kemarin (31/12/2024).

Baca juga:  BOP Pontren Disunat, Pengamat: Jangan Takut Melapor

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang buktiantara lain satu stel pakaian korban, sebuah handphone milik pelaku, dan botol kosong bekas air keras.

“Penangkapan dilakukan kurang dari satu jam setelah kejadian. Ini menunjukkan kesigapan anggota kami dalam menangani kasus ini,” tambah Samian.

Pelaku dijerat Pasal 44 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 5 huruf (a) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Baca juga:  Api Lumat Rumah Warga Nagrak Sukabumi

“Ancaman hukuman maksimal bagi pelaku adalah 10 tahun penjara. Kasus ini menjadi peringatan penting untuk kita semua agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam mencegah dan melaporkan kekerasan dalam rumah tangga,” tutup Kapolres.**

Pos terkait