Pihak PT Anugerah Buana Indonesia Klarifikasi Soal Video Tambak, Tegaskan Tak Ada Pembongkaran Terumbu Karang

LINGKARPENA.ID | Pihak PT Anugerah Buana Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi terkait beredarnya video kegiatan di area tambak yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Klarifikasi disampaikan langsung oleh Site Manager tambak udang PT Anugerah Buana Indonesia, Ahmad Safari, di lokasi tambak, Senin (27/10/2025).

Ahmad menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut bukan merupakan pembongkaran atau pengerusakan, melainkan pembangunan saluran instalasi pompa air.

“Sekarang ini yang dilakukan adalah pemasangan instalasi pompa di atas, jadi bukan ada pembongkaran segala macam. Kami juga tidak ada hubungan dengan tambak atau perusahaan lain,” ujar Ahmad kepada lingkar pena. id, Senin ( 27/10/2025 ).

Ia menyampaikan permohonan maaf apabila ada pihak lain yang merasa kurang nyaman akibat beredarnya video tersebut. Menurutnya, video yang sempat viral dibuat oleh salah satu pekerja tambak dengan tujuan bersenda gurau, bukan untuk disebarluaskan.

Baca juga:  HGU PTPN dan PBS Terindikasi Tanam Sawit Ilegal Tidak Miliki Izin Diversifikasi Tim Penindak Belum Terbentuk   

“Yang membuat video itu karyawan di sini. Niatnya hanya untuk bercanda, tidak ada maksud lain. Kami sudah meminta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi secara pribadi,” tambahnya.

Terkait proyek yang tengah berjalan, Ahmad menjelaskan bahwa posisi saluran pipa berada di permukaan pantai, bukan di bawah laut, sehingga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Teman-teman media juga bisa lihat sendiri, tidak ada kerusakan atau pengerusakan. Posisi saluran pipa itu di permukaan saja, hanya kami butuh pengikatan yang kuat karena ombak di selatan ini cukup besar,” jelasnya.

Baca juga:  Rencana Pembangunan Tambak Udang di Pesisir Minajaya Mendapat Sorotan Dua Anggota DPRD Sukabumi

Ahmad juga menerangkan, pipa tersebut berfungsi sebagai saluran inlet untuk menyedot air laut menuju reservoir, sebelum akhirnya digunakan untuk sirkulasi air di kolam tambak.

“Jarak dari bibir pantai ke lokasi pipa sekitar 57 sampai 60 meter. Sekarang pekerjaan masih berjalan, tinggal sekitar 10 meter lagi termasuk pemasangan saringan,” tuturnya.

Menanggapi pertanyaan soal adanya pengerjaan yang tampak merapikan batu karang di area pantai, Ahmad menjelaskan hal itu dilakukan semata untuk kebutuhan teknis.

“Itu bukan pembongkaran karang. Pekerja hanya merapikan sedikit bagian yang menonjol supaya posisi pengikatan pipa lebih rata dan kuat,” katanya.

Baca juga:  MUI Sukabumi: Penyegelan Gedung MUI Bukan Kewenangan Kami, Progres Pembangunan 80% Sudah Putus Kontrak

Sementara itu, terkait produksi tambak udang, Ahmad menyebutkan saat ini terdapat delapan kolam dengan kapasitas bervariasi. Dalam tiga siklus terakhir, hasil produksi mencapai 60–70 ton per siklus, meski sempat menurun akibat kondisi cuaca dan bencana di sekitar pelabuhan.

“Sekarang Alhamdulillah berjalan baik. Walaupun secara nasional ekspor sedang terkendala, budidaya tetap berlanjut. Umur udang saat ini sudah sekitar 90 hari, mudah-mudahan panen lancar,” ungkapnya.

Ahmad menegaskan kembali bahwa aktivitas perusahaan berfokus pada budidaya dan pemeliharaan tambak udang secara berkelanjutan, serta tidak melakukan kegiatan yang merusak lingkungan laut.

Pos terkait