Perkembangan Wisatawan Mancanegara, Wisatawan Nusantara dan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kota Sukabumi Mei 2026

Gambar Istiewa [dok.bps kota sukabumi]

LINGKARPENA.ID | Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi mencatat bahwa sektor pariwisata Kota Sukabumi pada Mei 2026 menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), serta membaiknya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel dibandingkan bulan sebelumnya.

Perkembangan wisatawan mancanegara di Kota Sukabumi diukur berdasarkan jumlah tamu asing yang menginap di hotel berbintang. Penyajian data hanya berasal dari hotel berbintang karena estimasi kunjungan wisatawan asing di hotel nonbintang memiliki nilai Relative Standard Error (RSE) yang tinggi sehingga belum memenuhi kelayakan statistik untuk dipublikasikan. Pada Mei 2026 tercatat sebanyak 295 kunjungan wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di Kota Sukabumi. Jumlah tersebut meningkat 3,87 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 284 kunjungan, menunjukkan adanya peningkatan minat wisatawan asing untuk berkunjung ke Kota Sukabumi.

Selain kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara menuju Kota Sukabumi juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026 tercatat 208.462 perjalanan, meningkat 10,86 persen dibandingkan April 2026 yang berjumlah 188.037 perjalanan. Secara tahunan (year-on-year), jumlah tersebut juga meningkat 12,45 persen dibandingkan Mei 2025. Wisatawan nusantara yang datang ke Kota Sukabumi didominasi berasal dari Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Bekasi, serta Kabupaten Bekasi. Selama periode Mei 2025 hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju Kota Sukabumi berfluktuasi dengan capaian tertinggi terjadi pada Mei 2026.

Baca juga:  Ini Amanat Dandim 0607 Kota Sukabumi soal Kesiapsiagaan Bencana

Sementara itu, masyarakat Kota Sukabumi juga menunjukkan mobilitas wisata yang cukup tinggi. Pada Mei 2026 tercatat 162.943 perjalanan wisatawan nusantara yang berasal dari Kota Sukabumi, meningkat 7,67 persen dibandingkan April 2026 dan naik 0,44 persen dibandingkan Mei 2025. Tujuan perjalanan masyarakat Kota Sukabumi didominasi ke Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Garut. Selama periode Mei 2025 hingga Mei 2026, jumlah perjalanan masyarakat Kota Sukabumi juga mengalami fluktuasi dengan angka tertinggi terjadi pada April 2025.

Berdasarkan daerah tujuan perjalanan, Kabupaten Sukabumi masih menjadi destinasi utama wisatawan asal Kota Sukabumi dengan 84.426 perjalanan, disusul Kabupaten Cianjur sebanyak 14.999 perjalanan, Kota Bandung 10.442 perjalanan, Kabupaten Bogor 7.995 perjalanan, Kota Bogor 4.052 perjalanan, Kabupaten Bandung 2.892 perjalanan, serta Kabupaten Bandung Barat 2.222 perjalanan. Dari sisi pertumbuhan bulanan, sebanyak 17 kabupaten/kota di Jawa Barat mengalami peningkatan jumlah perjalanan wisatawan asal Kota Sukabumi, sedangkan 9 kabupaten/kota mengalami penurunan. Pertumbuhan tertinggi tercatat menuju Kabupaten Purwakarta sebesar 43,74 persen, sementara penurunan terbesar terjadi pada perjalanan menuju Kabupaten Kuningan sebesar 36,10 persen.

Baca juga:  Dua Anggota Bhayangkari Polres Sukabumi Kota Dapat Penghargaan

Dilihat dari asal wisatawan yang datang ke Kota Sukabumi, mayoritas berasal dari Kabupaten Sukabumi sebanyak 111.572 perjalanan, Kabupaten Cianjur 14.698 perjalanan, Kabupaten Bogor 11.097 perjalanan, Kota Bandung 6.724 perjalanan, Kota Depok 4.574 perjalanan, Kabupaten Bandung 4.031 perjalanan, Kota Bogor 3.881 perjalanan, Kota Bekasi 3.641 perjalanan, Kabupaten Bekasi 3.625 perjalanan, dan Kabupaten Bandung Barat 2.611 perjalanan. Pada Mei 2026 terdapat 21 kabupaten/kota di Jawa Barat yang mengalami peningkatan perjalanan menuju Kota Sukabumi, sementara 5 kabupaten/kota mengalami penurunan. Pertumbuhan tertinggi berasal dari Kabupaten Pangandaran sebesar 115 persen, sedangkan penurunan terbesar berasal dari Kabupaten Majalengka sebesar 28,67 persen.

Dari sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan berbintang dan nonbintang di Kota Sukabumi pada Mei 2026 mencapai 48,32 persen, meningkat 3,44 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 44,88 persen. Jika dibandingkan dengan Mei 2025, TPK juga meningkat 5,64 poin dari 42,67 persen menjadi 48,32 persen, yang menunjukkan meningkatnya aktivitas menginap di Kota Sukabumi.

TPK hotel berbintang tercatat sebesar 60,86 persen, meningkat 7,56 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 53,30 persen, serta naik 4,40 poin dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 56,46 persen. Sementara itu, TPK hotel nonbintang mencapai 30,53 persen, meningkat 2,13 poin dibandingkan April 2026 sebesar 28,39 persen, dan naik 3,70 poin dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 26,83 persen.

Baca juga:  Pipa Sambungan PDAM Patah, Air Terhambat, Ini Kata Humas Perumda

Rata-rata lama menginap tamu di hotel Kota Sukabumi pada Mei 2026 tercatat 1,00 malam, sedikit menurun dibandingkan April 2026 maupun Mei 2025. Di hotel berbintang, rata-rata lama menginap mencapai 1,00 malam, sedangkan di hotel nonbintang 1,01 malam. Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap tercatat 1,00 malam, tidak berubah dibandingkan April 2026 namun lebih rendah dibandingkan Mei 2025. Selama Mei 2026 tidak terdapat tamu asing yang menginap di hotel nonbintang. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu Indonesia juga tercatat 1,00 malam, sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Tamu Indonesia yang menginap di hotel berbintang rata-rata tinggal 1,00 malam, sedangkan di hotel nonbintang mencapai 1,01 malam.

Secara keseluruhan, perkembangan sektor pariwisata Kota Sukabumi pada Mei 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, bertambahnya perjalanan wisatawan nusantara baik yang datang maupun yang berangkat dari Kota Sukabumi, serta meningkatnya tingkat penghunian kamar hotel menjadi indikator bahwa aktivitas pariwisata dan jasa akomodasi di Kota Sukabumi terus mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang positif.

Sumber: bps kota sukabumi

Pos terkait