LINGKARPENA.ID | Suasana hajatan budaya Jampang Ngabhuana 3 mulai terasa di Lapang Lodaya Setra, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Sejumlah pelaku UMKM mulai menata dan mempersiapkan stan masing-masing, menyambut perhelatan budaya yang puncak acaranya akan digelar pada 10–11 Oktober 2026.
Riuh persiapan itu menjadi penanda bahwa gelaran tahunan Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) tak lama lagi akan kembali menyapa masyarakat. Tahun ini, Jampang Ngabhuana 3 mengusung tema “Muka Lawang Jampang”, sebuah semangat untuk membuka pintu budaya, potensi, kreativitas, sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat Jampang.
Bukan sekadar pertunjukan budaya, Jampang Ngabhuana telah menjadi ruang bertemunya berbagai unsur masyarakat. Budaya, pariwisata, ekonomi kreatif hingga UMKM berpadu dalam satu panggung yang diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan Jampang secara lebih luas.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk Bupati Sukabumi H. Asep Japar. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi Paguyuban JTM dalam menjaga dan mengembangkan kegiatan budaya di wilayah Jampang.
“Dalam rangka milangkala Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, saya Asep Japar, Bupati Sukabumi, menyampaikan apresiasi akan digelarnya event Jampang Ngabhuana 3 yang akan dilaksanakan di Lapang Lodaya Setra Surade pada tanggal 10–11 Oktober 2026,” ujar Asep Japar.
Bupati berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan tersebut lancar dan sukses serta ada dalam lindungan Allah SWT. Amin. Selamat melaksanakan kegiatan Jampang Ngabhuana 3,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar. Menurutnya, kegiatan yang digagas JTM menjadi bagian penting dalam upaya membumikan budaya Jampang sekaligus memperkuat potensi pariwisata berbasis budaya.
Ali menyampaikan rasa bangga dan sukacita atas kembali digelarnya agenda tahunan tersebut.
“Dengan bangga, bersuka cita, bergembira, sekaligus juga turut berdoa, kami mengucapkan selamat dan sukses atas kinerja, atas khidmat, atas aktivitas Paguyuban Jampang Tandang Makalangan dalam rangka melakukan agenda tahunan yang pada tanggal 10 dan 11 Oktober akan melaksanakan kegiatan Jampang Ngabhuana 3,” ungkapnya.
Ia berharap Jampang Ngabhuana tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Semoga aktivitas ini memperkuat upaya kita untuk memakmurkan sekaligus membumikan budaya Jampang dan memperkuat silaturahmi orang Jampang untuk terus berkinerja, memakmurkan dan menghadirkan kemanfaatan,” tutur Ali.
Menurutnya, kolaborasi antara budaya dan pariwisata merupakan kekuatan yang perlu terus dikembangkan. Karena itu, pihaknya turut mendorong agar kegiatan yang digagas masyarakat melalui JTM dapat berjalan dengan baik dan memberi dampak positif.
“Kami mohon dukungan, dorongan dan doa agar kegiatan wisata bisa berjalan dengan aktivitas budaya yang digagas oleh Jampang Tandang Makalangan. Semoga Allah mudahkan bersama kita menghadirkan kemanfaatan,” tandasnya.
Kini, menjelang hari pelaksanaan, geliat Jampang Ngabhuana 3 perlahan mulai memenuhi Lapang Lodaya Setra. Stan UMKM berdiri, persiapan panggung dan berbagai kebutuhan kegiatan mulai ditata.
Dua hari pada 10–11 Oktober mendatang, Lapang Lodaya Setra diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat untuk merayakan budaya, tradisi dan semangat kebersamaan Jampang.
“Muka Lawang Jampang” pun bukan hanya menjadi tema, tetapi menjadi simbol dibukanya kembali pintu untuk mengenalkan wajah Jampang—dengan budaya, kreativitas dan potensi masyarakatnya—kepada khalayak yang lebih luas.






