AKBP Tony, Tujuh Orang Ini Terancam 12 Tahun Penjara

Polres Sukabumi saat menggelar konferensi pers ungkap kasus narkotika.| Foto: Ndie

LINGKARPENA.ID | Jajaran kepolisian polres Sukabumi melalui satuan narkoba mengamankan 7 orang tersangka yang diduga terlibat tindak pidana narkotika dan obat keras terbatas.

Dari 7 orang tersangka yang diamankan Satnarkoba tersebut 4 orang diantaranya diduga terlibat tindak pidana narkotika jenis ganja dan sabu berinisial I, P, B dan A sementara tersangka kasus obat keras sebanyak 3 orang yakni E, D dan U.

Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan jajaran satuan narkoba polres Sukabumi dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan terakhir, berawal sebelum diungkap jajaran kepolisian menerima laporan dari masyarakat.

“Polres Sukabumi dalam hal ini Satnarkoba tidak putus tidak lelah dalam memberantas narkoba atau jenis obat obatan tertentu yang dilarang, alhasil alhamdulillah dalam kurun waktu satu bulan terakhir kami telah mengungkap 4 kasus narkotika dan 3 kasus obat keras terbatas dengan 7 orang tersangka,” ungkapnya, Jumat, (15/3/24).

Baca juga:  Inilah Kronologi Penyerangan Gerombolan Bermotor di Warudoyong

Dijelaskan Tony Prasetyo Yudhangkoro nilai total sabu dari par tersangka hampir mencapai satu miliar lebih, dengan dugaan dugaan jaringan masih dalam pendalaman terkait Satnarkoba, namun yang pasti kecenderungan dari beberapa kasus yang berhasil diungkap Satnarkoba polres Sukabumi semua nyaris terjadi di wilayah Sukabumi bagian utara.

“Sebagaimana beberapa waktu lalu kami banyak mendapat keluhan masyarakat itu bahwa peredaran itu banyak di wilayah Sukabumi bagian utara, Alhamdulillah setelah semua ditanggapi berhasil kita ungkap hari ini,” jelasnya.

Baca juga:  6 Tersangka dari 3 Kasus TPPO Diringkus Polisi di Kota Sukabumi

Sementara itu kasat narkoba polres Sukabumi AKP Tatang Mulyana menambahkan dari 4 tersangka narkotika berhasil disita sabu kurang lebih 819,62 Gram, ganja 330, 48 gram, dan dari 3 tersangka tindak pidana obat keras terbatas polisi mengamankan sebanyak 11.677 butir obat jenis tramadol dan hexymer.

Lanjut Tatang, adapun modus operandi para tersangka didalam melakukan peredaran narkotika dan obat keras terbatas tersebut yakni dengan cara sistem ditempel di tempat-tempat tertentu yang telah disepakati, dan ada yang dengan sistem ketemu langsung.

Baca juga:  Waket DPRD Kota Sukabumi Terlibat Kasus Mobil Rental Ditahan Polisi

“Pasal yang dipersangkakan kepada tersangka tindak pidana narkotika yaitu pasal 114 dan atau pasal 112 dan atau 111 UU RI No 35 Tahuj 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup,” paparnya.

“Kemudian pasal yang dipersangkakan kepada tersangka tindak pidana OKT, yaitu pasal 435 Jo pasal 138 ayat 2 dan ayat 3, dan atau pasal 436 Jo pasal 145 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2023 tentang kesehatan, dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun,” pungkasnya.

Pos terkait