LINGKAR PENA Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa
SOSOK

Dari Desa Wanasari Menuju Panggung Legislatif, Irwan Sudarmi Usung Semangat Pemuda Berkarya

Dari Desa Wanasari Menuju Panggung Legislatif, Irwan Sudarmi Usung Semangat Pemuda Berkarya

SUKABUMI – Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berhenti di satu ruang. Dari lingkungan desa yang menjadi tempat tumbuhnya berbagai persoalan warga, lahir pula keinginan untuk menjangkau ruang perjuangan yang lebih luas. Semangat itulah yang kini mengiringi langkah Irwan Sudarmi, S.Pd.I., Kepala Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dalam menatap kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029.

Di tengah dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, Irwan mulai memantapkan niat untuk melangkah ke ranah politik melalui PDI Perjuangan. Ia berencana maju sebagai calon anggota legislatif untuk daerah pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Sukabumi.

Iklan

Bagi Irwan, rencana tersebut bukan sekadar perubahan panggung pengabdian. Lebih dari itu, langkah menuju legislatif dipandang sebagai kesempatan untuk memperluas ruang perjuangan, terutama dalam menyampaikan aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat daerah.

Pengalaman memimpin pemerintahan desa menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Berhadapan langsung dengan masyarakat membuat persoalan pembangunan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga kebutuhan pelayanan publik bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari realitas yang harus dihadapi bersama.

“Bagi saya, pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada satu jabatan. Selama masih ada kesempatan untuk berbuat dan memberikan manfaat, saya ingin terus berkontribusi,” ujar Irwan, Senin (26/10/2026).

Pernyataan itu menggambarkan arah perjuangan yang ingin dibawanya. Ia berharap, jika kelak mendapat kepercayaan masyarakat melalui jalur legislatif, ruang pengabdian yang selama ini dijalani di tingkat desa dapat diperluas untuk menjangkau kebutuhan warga di wilayah Dapil VI.

Lima Nilai, Satu Arah Perjuangan

Dalam menyiapkan langkah politiknya, Irwan mengusung gagasan “Pemuda Berkarya” dengan lima prinsip utama, yakni beriman, kreatif, rasional, nyata, dan amanah.

Lima nilai tersebut menjadi landasan yang ingin ia bawa dalam membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus merumuskan arah perjuangan politiknya.

Beriman ditempatkan sebagai fondasi moral dalam menjalankan tanggung jawab. Kreatif menjadi dorongan untuk melahirkan gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan. Sementara itu, rasional menekankan pentingnya menyusun langkah berdasarkan pertimbangan yang matang, kebutuhan masyarakat, serta kondisi nyata di lapangan.

Dua nilai lainnya, nyata dan amanah, menjadi penegasan bahwa gagasan tidak boleh berhenti sebagai janji. Setiap perjuangan harus diikuti kerja yang terukur, sedangkan kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui sikap jujur dan tanggung jawab.

“Prinsip yang ingin saya bawa adalah beriman, kreatif, rasional, nyata, dan amanah. Setiap gagasan harus memiliki dasar yang jelas, setiap perjuangan harus diwujudkan melalui kerja nyata, dan setiap kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

Bagi Irwan, politik idealnya menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat. Orientasi perjuangan tidak semata-mata bertumpu pada kepentingan pribadi ataupun kelompok, tetapi harus memberikan ruang bagi kebutuhan masyarakat untuk disampaikan, dipertimbangkan, dan diperjuangkan.

Membawa Suara Desa ke Ruang Kebijakan

Persoalan masyarakat sering kali berawal dari kebutuhan sederhana: infrastruktur yang memadai, kesempatan ekonomi yang lebih terbuka, pelayanan publik yang mudah dijangkau, serta akses terhadap pendidikan dan peningkatan keterampilan.

Namun, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga legislatif.

Di sinilah Irwan melihat pentingnya peran DPRD. Lembaga legislatif memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan yang dapat menjadi instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Melalui peran tersebut, aspirasi warga diharapkan tidak hanya terdengar ketika muncul persoalan, tetapi juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan dan arah kebijakan daerah.

Pengalaman sebagai kepala desa menjadi salah satu modal yang dapat dimanfaatkan Irwan untuk memahami bagaimana kebutuhan masyarakat disampaikan dan ditindaklanjuti melalui mekanisme pemerintahan.

Meski demikian, perjalanan menuju kursi legislatif tentu membutuhkan lebih dari sekadar pengalaman. Kemampuan menyerap aspirasi secara luas, membangun komunikasi yang terbuka, memahami regulasi, serta merumuskan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan daerah menjadi tantangan yang harus dipersiapkan.

Pemuda Berkarya untuk Sukabumi yang Lebih Baik

Semangat Pemuda Berkarya yang diusung Irwan juga diarahkan pada penguatan peran generasi muda dalam pembangunan. Kreativitas, keberanian menyampaikan gagasan, dan kemampuan membaca persoalan secara rasional dinilai penting untuk menjawab tantangan daerah yang semakin kompleks.

Di sisi lain, pembangunan yang merata dan penguatan ekonomi masyarakat tetap menjadi bagian dari harapan yang ingin diperjuangkan. Masyarakat di wilayah Dapil VI diharapkan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berkembang, sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah masing-masing.

Irwan menilai, upaya tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, masyarakat, generasi muda, serta berbagai unsur lainnya perlu membangun sinergi agar gagasan pembangunan dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

“Harapan saya, setiap langkah yang diambil nantinya benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat. Aspirasi warga harus didengar, dipahami, kemudian diperjuangkan melalui mekanisme yang ada,” ungkapnya.

Baginya, kedekatan dengan masyarakat harus tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan politik. Sebab, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui slogan, melainkan perlu dirawat melalui komunikasi, konsistensi, dan tanggung jawab.

Menatap 2029 dengan Komitmen Pengabdian

Menuju Pileg 2029, perjalanan politik Irwan Sudarmi masih berada dalam tahap pemantapan rencana. Keinginan untuk maju melalui PDI Perjuangan menjadi langkah awal yang perlu diikuti dengan proses dan mekanisme sesuai ketentuan partai serta peraturan perundang-undangan.

Di tengah persiapan tersebut, gagasan “Pemuda Berkarya” menjadi identitas perjuangan yang ingin diperkenalkannya kepada masyarakat.

Slogan “Bersama PDI Perjuangan Menuju Dapil VI Mubarakah” bukan hanya rangkaian kata yang mengiringi langkah politiknya. Slogan itu menjadi gambaran harapan tentang daerah yang lebih baik, masyarakat yang lebih sejahtera, serta pembangunan yang memberikan manfaat secara luas.

Pada akhirnya, perjalanan dari pemerintahan desa menuju panggung legislatif akan diuji oleh kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi program yang relevan dan memperjuangkan kepentingan publik secara konsisten.

Bagi Irwan, niat untuk melangkah lebih jauh merupakan bagian dari keinginannya agar pengabdian dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Sementara itu, keputusan mengenai pencalonan dan penetapan kandidat tetap mengikuti mekanisme serta ketentuan yang berlaku di PDI Perjuangan.

Dengan bekal pengalaman di tingkat desa dan gagasan Pemuda Berkarya, Irwan kini menatap 2029 sebagai momentum untuk memperluas ruang kontribusi bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Reporter Jajang S

Editor Akoy Khoerudin