Sementara itu, Associate Direktur PT Super Unggas Jaya, Dewa Putu Sumerta mengatakan, kebanggaan juga untuk perusahaan yang melakukan ekspor perdana telur tetas GPS yang akan menjadi PS (Parent Stock) untuk negara Myanmar. Apalagi di saat kondisi ekonomi melemah. Beruntung negara Myanmar melakukan permintaan telur tetas tersebut kepada perusahaan.
Baca juga: Usaha Macet, Pemdes Boyongsari Akan Evaluasi BUMDes
Baca juga: Produksi Tepung Krosok di Desa Girijaya Capai 5 Ton Perhari
Ia mengaku telah menjawab tantangan dari pemerintah, di mana perusahaan yang ada harus melakukan ekspor. “Hari ini kami menjawab tantangan dari pemerintah dan mampu melakukan ekspor tersebut. Ekspor perdana telur tetas sebanyak 58 ribu butir yang nantinya menjadi parent stock dan akan dipelihara di negara Myanmar,” terangnya.
Ia memastikan, pengiriman telur tetas ke negara Myanmar aman dan sampai ketujuan dengan selamat melalui pengawasan. Karena telur tetas yang dikirim merupakan telur tetas terbaik dan unggulan.
“Apalagi kondisi telur-telur ayam yang dimiliki perusahaan dalam kondisi bagus dan unggul. Selain itu, kita akan berkoordinasi dengan perusahaan yang ada di Myanmar, memastikan telur tersebut bisa menetas dengan baik di sana, setiap hari dan minggu kita monitor terus perkembangan telurnya,” tandasnya.
Reporter : Garis NB
Redaktur : Alan Kencana






