LINGKARPENA.ID | Kasus dugaan perundungan yang berujung pada tewasnya seorang siswi Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Tim Relawan KDM Barisan Rancage Prabo 08 Kota dan Kabupaten Sukabumi turun langsung memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Ketua Pengurus Paralegal Advokasi Bela Rakyat Indonesia, Egi Sonia, S.H., CPL, bersama Ketua SKP Indonesia, Kristiawan, mengunjungi rumah duka almarhumah AK (14) pada Jumat (31/10) kemarin.
Dalam kunjungan itu, keduanya menyampaikan belasungkawa serta komitmen untuk mengawal proses hukum kasus dugaan bullying tersebut hingga tuntas.
“Kami akan mendampingi keluarga korban dan memastikan agar kasus ini diusut sampai tuntas. Pelaku harus mendapat efek jera agar tidak ada lagi kasus serupa di Kota maupun Kabupaten Sukabumi,” tegas Egi Sonia.
Senada dengan itu, Kristiawan menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pihak sekolah agar keluarga korban mendapatkan keadilan seadil-adilnya.
“Kami tidak ingin perundungan di lingkungan pendidikan terus berulang. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak,” ujarnya.
Sebelumnya, siswi berinisial AK (14) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa malam (28/10/2025). Berdasarkan keterangan keluarga dan aparat setempat, korban pertama kali ditemukan oleh neneknya sekitar pukul 23.00 WIB.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan surat tulisan tangan yang diduga ditinggalkan korban, berisi permintaan maaf kepada keluarga serta keluhannya terkait ucapan teman sekolah yang menyakitkan hati.
Potongan isi surat tersebut mengungkapkan betapa korban merasa tertekan oleh perlakuan teman sebayanya. Salah satu kalimat yang tertulis bahkan menyinggung ucapan kasar berupa ajakan untuk “mati saja”, yang diduga menjadi pemicu tekanan psikologis korban.
Kehadiran tim relawan Rancage bersama lembaga advokasi diharapkan mampu memberikan dukungan moral dan hukum bagi keluarga, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran tentang bahaya perundungan di kalangan pelajar.