Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi Kasat Reskrim saat menggelar konferensi pers di aula Presisi Polres Sukabumi, Rabu, (13/10/2021). [Foto: Ist]

Maksud Ekspor Benur, Warga Asal Sukabumi Dibekuk Polisi

HUKUM & KRIMINAL

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Terduga dua orang pelaku pengekspor benih lobster dibekuk dan diamankan unit Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi. Kedua pelaku merupakan M dan RA berhasil diamankan di kawasan Puncak Bogor saat akan mendistribusikan benur ke penadah partai besar.

Polisi berhasil mengalahkan jumlah benih lobster dari tangan pelaku sekitar 768 ekor. Jenis benur yang hendak diselundupkan merupakan jenis Mutiara dan Pasir. Saat ini nilai jual benur cukup menggiurkan sehingga kedua pelaku terus intens melakukan bisnis terlarang yang dilanggar oleh peraturan pemerintah itu.

“Sudah dilakukan penangkapan terhadap kedua pelaku atas informasi yang kami terima. Kami juga sebelumnya mendapat imbauan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi bahwa tertanggal 30 November 2020 tentang imbauan tidak menangkap benur untuk ekspor,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Putra didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila di aula Presisi Polres Sukabumi, Rabu (13/10/2021).

Baca juga:  Hendak Tawuran di Lapang Cangehgar Pelabuhanratu, Belasan Pelajar Diamankan Personel Polres Sukabumi
Baca juga:
Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim, Ungkap Jual Beli Satwa Dilindungi

Menurut Dedy, dua tersangka memiliki peran yang berbeda M adalah pengepul yang biasa berusaha di bidang benur dan RA sebagai karyawan dari M. Dari 768 benur terdapat 443 jenis Benur Pasir dan 325 jenis Benur Mutiara. Benur itu dibungkus dalam plastik bening.

“Modus operandinya M membeli langsung kepada nelayan, harga benur jenis pasir di jual seharga Rp.9000 kepada Mr. X selaku pengepul besar dan mereka mengambil keuntungan Rp.500 perekornya Untuk jenis benur mutiara RA membeli kepada nelayan seharga Rp.13.000 dan dijual ke Mr X dengan harga Rp.13.500, ” jelas Dedy.

Baca juga:  Polres Sukabumi Ungkap 67 Kasus Narkotika, 88 Orang Pelaku Diamankan

“Dalam satu minggu dia bisa melakukan pengiriman tiga sampai lima kali pengiriman terhadap Mr. X atau kepada pengepul yang lainnya. Tersangka sudah bermain benur sekitar satu tahun,” sambung dia.

Baca juga:
Subdit Gakkum Ditpolairud Tangkap Dua Kurir Pengirim Benur Tanpa Izin di Probolinggo

Sementara itu menambahkan, Kasatreskrim AKP Rizka Fadhila menjelaskan pelaku biasa mengirim tiga sampai lima kali dalam satu minggu. Untuk satu kali pengiriman nilainya dalam satu bulan mencapai Rp. 100 juta.

Baca juga:  Malam Takbiran, Ibu Paruh Baya Terluka Sabetan Senjata Tajam Diduga Oleh Geng Motor

“Jadi untuk pengiriman ini kalau kita lihat hanya seputar penangkapan (barang bukti) ini estimasi sekitar Rp. 10 juta, namun karena aktivtas ini dalam seminggu itu bisa sekitar 3 sampai lima kali pengiriman dalam satu bulan kita estimasi sekitar 10.000 ekor atau kurang lebih sekitar Rp. 100 juta,” tutur Rizka.

Rizka menegaskan para pelaku bukan bekerja sebagai nelayan namun memang fokus kepada jual beli benur. “Ancaman hukumannya berdasarkan UU kelautan itu sekitar 8 tahun penjara, profesi pelaku wiraswasta tapi sehari-harinya jual beli benur dan bukan nelayan,” pungkasnya.

 

Redaksi: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan