LINGKAR PENA Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa
EKONOMI

Diran Sukses Jadi Pengusaha Muda dari Produksi Tahu Tempe

Diran Sukses Jadi Pengusaha Muda dari Produksi Tahu Tempe
FOTO: Inilah pabrik penghasil Tempe milik Diran purna PMI di Kota Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Nasib orang siapa yang tahu. Apa yang kita lakukan terkadang diluar nalar manusia. Memutar balikkan keadaan seseorang memang hak preogratif Allah.

Seperti halnya yang terjadi pada seorang  yang bernama Diran (40).  Dibantu istrinya Ratna Nopitasari (40), kini ia sukses menjadi seorang pengusaha muda pada produksi Tahu-Tempe.

Iklan

Diketahui, Diran merupakan anak dari seorang  purna PMI Arab Saudi, yang beralamat di Kp Tegalega Kidul, RT 002 RW 017, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Meniti karir usaha bermula dari seorang karyawan yang bekerja membuat tahu di mertuanya, sekarang ia berhasil mempunyai pabrik Tahu dan Tempe sendiri.

Awal mulai dia merintis usahanya tersebut pada tahun 2012 di usaha pembuatan tempe, kemudian pada tahun 2015 ia mulai lagi mengembangkan pembuatan tahu.

“Sekarang omset saya rata-rata sudah 280 juta setiap bulan dan mempunyai 11 orang karyawan. Dengan modal nekad didorong kebutuhan saya mengikuti langkah mertua mempunyai pabrik tahu tempe,” ucap Diran kepada wartawan belum lama ini.

Diran pun menyebutkan distribusi tahu dan tempe nya sudah masuk ke beberapa pasar, selain itu  banyak juga penjual keliling yang mengambil produknya.

Yang membedakan produk dari usaha tahu-tempe Diran adalah dari segi kualitas barang. Ia menjamin produknya bisa bertahan sampai 2 hari.

“Tempe kami bisa tahan hingga 2 hari, asalkan cara penyimpanan nya benar yaitu tidak ditumpuk tapi harus dijejerkan,” tambahnya.

Diran berharap, usaha yang sedang ia bangun dapat terus berkembang dan lebih maju lagi. Bahkan rencana kedepannya ia berkeinginan untuk membuka cabang baru di beberapa daerah.

“Harapan saya semoga usaha saya dan istri ini tambah maju dan sukses bahkan ingin membuat cabang lagi, ingin membuat lapangan pekerjaan minimal untuk disekitar saya,” tandasnya.

Terakhir ia menyebutkan bahwa bahan baku kedelai nya tidak pernah kekurangan karena selangka dan semahal apapun kedelai tersebut banyak yang datang menawarkan.

“Untuk kedelai tidak jadi kendala karena banyak yang menawarkan. Bagi saya siapapun bisa masuk yang penting harga sesuai, harga murah tapi kualitas nya baik,” pungkas Diran.**

Reporter Aris Wanto

Editor Redaksi