LINGKARPENA.ID | Sebuah rumah milik warga di Kampung Warudoyong RT 004/RW 004, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Rumah milik Masriah (60), ibu rumah tangga, tersebut diketahui berukuran sekitar 6 x 12 meter. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Tagana, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP serta relawan pada Senin (14/9/2026), ambruknya bangunan diduga dipicu kondisi material bangunan, khususnya bagian atap, yang telah mengalami pelapukan.
Selain itu, kejadian tersebut juga diduga berkaitan dengan kondisi pascagempa yang terjadi sebelumnya.
Pjs Kepala Desa Sukatani, H. Rimbayana, mengatakan pihak desa bersama unsur terkait telah melakukan pengecekan dan penanganan awal di lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan pengecekan bersama unsur terkait. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk sementara, pemilik rumah sudah dievakuasi dan tinggal di tempat kerabat,” ujar H. Rimbayana.
Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah cukup lapuk menjadi perhatian, terlebih setelah wilayah tersebut sempat merasakan guncangan gempa.

Pasca kejadian, warga setempat melakukan gotong royong untuk mengevakuasi material bangunan yang roboh sekaligus menyelamatkan barang-barang milik korban.
Dari hasil pendataan sementara, kerugian materi akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Pemerintah Desa Sukatani bersama unsur terkait juga terus melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut serta mengantisipasi kemungkinan risiko lanjutan di sekitar lokasi.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya dengan memeriksa kondisi bangunan rumah yang sudah berusia lama atau memiliki material yang mulai mengalami kerusakan.