<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kecamatancibitung &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/kecamatancibitung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Feb 2022 14:48:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>#kecamatancibitung &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AKBP Dedy: Gendong Anak Penderita Polio di Cibitung Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/akbp-dedy-gendong-anak-penderita-polio-di-cibitung-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/akbp-dedy-gendong-anak-penderita-polio-di-cibitung-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2022 14:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[#kapolressukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammmadikhsan]]></category>
		<category><![CDATA[#pengidappolio]]></category>
		<category><![CDATA[#penyakitsejaklahir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=16229</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/akbp-dedy-gendong-anak-penderita-polio-di-cibitung-sukabumi/" title="AKBP Dedy: Gendong Anak Penderita Polio di Cibitung Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> &#8211; Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengunjungi Muhamad Ikhsan (10tahun) anak pengidap penyakit polio di Kampung Cigaok, Rt.03/01 Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Kapolres Sukabumi dalam kunjungannya didampingi anggota Polsek Surade dan kepala desa menyusuri jalan gang di perkampungan menuju rumah Ikhsan.</p>
<p>Dedy coba berbincang dengan keluarga Ikhsan. Anak tersebut diketahui saat ini tinggal bersama ayah, nenek dan kakenya. Sedangkan ibunya sendiri sudah lama tiada. Sementara ayah Ikhsan sendiri, Syarif (48) merupakan yang berprofesi seorang pekerja serabutan.</p>
<p>Kapolres Sukabumi menyempatkan waktu untuk melaksanakan sholat di rumah Ikhsan saat berkunjung menjenguk pengidap penyakit polio itu.</p>
<p>&#8220;Baik, hari ini kami berkunjung ke adik ikhsan kami ada program peduli dengan masyarakat,&#8221; ujar Dedy kepada awak media, Sabtu (27/2/2022) siang.</p>
<p>Kondisi rumah yang ditempati ikhsan sendiri jauh dari disebut layak. Rumah yang terbuat dari kayu berbentuk rumah panggung tempat dimana ikhsan menderita polio semenjak lahir.</p>
<p>Melihat kondisi keluarga ikhsan Kapolres Sukabumi merasa prihatin. Di sela-sela waktu Kapolres Sukabumi memberi dukungan moril kepada keluarga agar ikhsan tetap semangat.</p>
<p>&#8220;Kalau memang orang tua nenek, kakek yang mengasuh ikhan belum masuk pada program apapun dari pemerintah. Kami akan bantu mendaftarkannya, begitupun kalau nanti ada program bantuan dari Polri misalkan dari Polda atau Mabes kami akan masukan,&#8221; lanjut Dedy kepada media.</p>
<p>Kapolres Sukabumi juga memberikan bantuan kepada Ikhsan, dengan harapan bisa bermanfaat dan membantu keluarga.</p>
<p>Sementara Kades Desa Cibodas Kecamatan Surade Haji Ginanjar mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Sukabumi yang telah bersedia menjenguk warganya anak ikhsan tersebut.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah kepada Bapak Kapolres yang telah datang berkunjung ke desa kami untuk melihat keadaan anak bapak syarif dan neneknya,&#8221; ujar Haji Ginanjar.</p>
<p>Kasi Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman menambahkan, sebelumnya Kapolres Sukabumi mendapat laporan dari Kapolsek Surade dan Bhabinkamtibmas Desa Cibodas tentang adanya seorang anak yang mengidap penyakit polio bernama Muhamad Ikhsan yang sangat membutuhkan perhatian.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/akbp-dedy-gendong-anak-penderita-polio-di-cibitung-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Curi Tabung Gas, Pria di Surade Diciduk Polisi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/curi-tabung-gas-pria-di-surade-diciduk-polisi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/curi-tabung-gas-pria-di-surade-diciduk-polisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2022 14:55:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[#elfiji3kilogram]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#polressukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#polseksurade]]></category>
		<category><![CDATA[#tabunggas]]></category>
		<category><![CDATA[pencuri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=15709</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/curi-tabung-gas-pria-di-surade-diciduk-polisi/" title="Curi Tabung Gas, Pria di Surade Diciduk Polisi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> &#8211; Sebut saja AB (20) asal warga Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi terpaksa harus berurusan dengan Polisi.</p>
<p>AB diamankan oleh petugas Polisi dari Polsek Surade karena diduga telah melakukan pencurian 2 (dua) tabung gas ukuran 3 kilogram. Peristiwa terjadi di Desa Talagamurni, Kecamatan Surade, beberapa hari yang lalu.</p>
<p>Menurut Kapolsek Surade AKP Asep Sundana mengatakan, pelaku AB ini mengambil tabung gas dari rumah dua orang warga dengan cara masuk ke dalam rumah melalui atap rumah. Kemudian pelaku mengambil tabung gas dan disembunyikan didalam gerobak.</p>
<p>Menurut Kapolsek, namun pada AB akan mengambil tabung dari gerobak sudah diketahui oleh banyak warga dan langsung mendatanginya.</p>
<p>&#8220;Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pelaku kami amankan,&#8221; jelas Asep, seperti di sampaikan Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah kepada wartawan, Selasa, (15/2/2022).</p>
<p>Menurut Asep pemilik tabung gas yang dicuri AB sampai berita ini dinaikan belum datang dan melaporkan tentang kehilangan tabung gas ukuran 3 kg ke Polsek.</p>
<p>&#8220;Dua tabung gas ukuran 3 kilogram turut kami amankan bersama pelaku,&#8221; pungkas Asep.(***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/curi-tabung-gas-pria-di-surade-diciduk-polisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ACT Kota Sukabumi Tinjau Pembangunan Pesantren di Ciloma Cibitung</title>
		<link>https://lingkarpena.id/act-kota-sukabumi-tinjau-pembangunan-pesantren-di-ciloma-cibitung/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/act-kota-sukabumi-tinjau-pembangunan-pesantren-di-ciloma-cibitung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2022 09:39:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[#actkotasukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kabupatensukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kampungciloma]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#pembangunanponpes]]></category>
		<category><![CDATA[#ponpesalanshor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=13709</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/act-kota-sukabumi-tinjau-pembangunan-pesantren-di-ciloma-cibitung/" title="ACT Kota Sukabumi Tinjau Pembangunan Pesantren di Ciloma Cibitung" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> &#8211; Aksi Cepat Tanggap (<span style="color: #0000ff"><a style="color: #0000ff" href="https://lingkarpena.id/21-truk-kemanusiaan-untuk-korban-semeru-act-dan-walikota-sukabumi-lepas-keberangkatan-armada/">ACT</a></span>) Kota Sukabumi, melebarkan sayap sosialnya hingga ke pelosok daerah di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, ACT melalui cabang pengurus di daerah melakukan kunjungan ke salah satu Pondok Pesantren di <span style="color: #0000ff"><a style="color: #0000ff" href="https://lingkarpena.id/100-kpm-desa-cibitung-sagaranten-terima-blt-dd-tahap-iii/">Kecamatan Cibitung</a></span>.</p>
<p>Melalui relawan ACT cabang Kota Sukabumi yang ada di daerah Pajampangan meninjau langsung pembangunan Pondok Pesantren Al-Anshor, yang di bangun oleh ACT di Kampung Ciloma, Desa-Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Menurut relawan ACT Pajampangan, Suherlan menyampaikan, untuk sampai di Kampung Ciloma, relawan harus menyebrangi Sungai Cikaso selama 40 menit. Hal itu dengan menggunakan perahu &#8216;ketek&#8217; baru bisa tiba di lokasi Pesantren di Kampung Ciloma melalui perjalanan Sungai Cikaso.</p>
<p>&#8220;Saat ini kami ACT Kota Sukabumi bersama relawan Pajampangan sedang membangun Pondok Pesantren Al-Anshor di Kampung Ciloma Kecamatan Cibitung,&#8221; terang Suherlan kepada lingkarpena.id, Selasa (04/02/2022).</p>
<p>Menurut Suherlan, ketika saat di perjalanan menuju Kampung Ciloma, dirinya bersama ke dua temennya sempat di sambut dengan kemunculan Buaya yang cukup besar ukurannya di Sungai Cikaso. Fenomena itu sempat membuat panik kedua temennya yang tidak biasa dengan situasi tersebut.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa selama perjalanan dengan ketemu buaya itu. Menurut sang Tekong perahu, buaya sudah sering menampakan diri dan tidak pernah mengganggu warga sekitar maupun pengguna jalur air Sungai Cikaso ini. Dan saat didekati perahu buaya diam saja tidak mengganggu, kami pun nyaman,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter: Lingkarpena.id</p>
<p>Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/act-kota-sukabumi-tinjau-pembangunan-pesantren-di-ciloma-cibitung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral, Buaya Kembali Muncul di Sungai Cikaso Sukabumi, Simak Penuturannya!</title>
		<link>https://lingkarpena.id/viral-buaya-kembali-muncul-di-sungai-cikaso-sukabumi-simak-penuturannya/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/viral-buaya-kembali-muncul-di-sungai-cikaso-sukabumi-simak-penuturannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2022 11:49:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#kabupatensukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaicikaso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=13679</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/viral-buaya-kembali-muncul-di-sungai-cikaso-sukabumi-simak-penuturannya/" title="Viral, Buaya Kembali Muncul di Sungai Cikaso Sukabumi, Simak Penuturannya!" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> &#8211; Hewan reptil &#8220;Buaya&#8221; kembali menunjukan diri di <span style="color: #0000ff"><a style="color: #0000ff" href="https://lingkarpena.id/drone-smk-1-sagaranten-diterbangkan-dengan-tim-sar-gabungan-di-sungai-cikaso/">Sungai Cikaso</a></span> Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi pada Senin (03/01/2022). Anehnya, kemunculan Buaya tersebut tidak membuat takut penyebrang sungai Cikaso itu.</p>
<p>Video kemunculan Buaya di Sungai Cikaso, awalnya dishare oleh salah satu anggota WAG Duduluran Teu Kudu Sagetih Pajampangan. Durasi dalam video itu kurang lebih dengan panjang tayangan sekitar 00:20 detik. Yang menjadi aneh, pembuat video menyapa buaya itu seperti akrab dan seolah-olah layaknya memanggil manusia dengan panggilan nama khasnya.</p>
<p>&#8220;Wey&#8230; Alhamdulillah kita di sambut baik dengan buaya. Si Nyai. Nyai&#8230; Buaya Cikaso, Si Nyai,&#8221; sebut suara dalam video yang beredar tersebut.</p>
<p>Video itu diambil langsung oleh Suherlan warga asal Desa Sukatani, Kecamatan Surade. Pengambilan video menurut Suherlan tidak secara sengaja dan hanya kebetulan saja saat tadi itu sedang melawi sungai Cikaso dan Buaya itu kebetulan muncul.</p>
<p>&#8220;Tadi saya bersama 3 relawan ACT dan 1 Tekong perahu kebetulan melewati sungai Cikaso sekitar pukul 10:00 WIB. Tujuan kami ke Kampung Ciloma untuk meninjau pembangunan Pesantren, tiba-tiba buaya itu muncul lalu saya videokan,&#8221; terang Suherlan, saat dikonfirmasi lingkarpena.id, Senin (03/01/2022) petang.</p>
<p>Menurut Suherlan, kemunculan Buaya yang di namakan Si Nyai itu, berdasarkan keterangan warga sekitar sering menampakan diri. Kemunculan Si Nyai (Buaya Cikaso) di permukaan air bisa mencapai waktu 3 jam kata cerita warga sekitar yang sering melihatnya.</p>
<p>&#8220;Iya, menurut warga masyarakat sekitar, Buaya itu namanya Si Nyai, jadi suka di sebut Si Nyai. Buaya yang ada di Sungai Cikaso ini tidak pernah mengganggu sama warga ataupun hewan peliharaan warga. Buaya si Nyai ini dianggap baik dan sudah terbiasa bagi warga sekitar sungai Cikaso,&#8221; terang Suherlan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter: Lingkarpena.id</p>
<p>Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/viral-buaya-kembali-muncul-di-sungai-cikaso-sukabumi-simak-penuturannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Boleh Ditiru? Ini Aksi Brutalla Indonesia di Muara Cikaso Cibitung Sukabumi </title>
		<link>https://lingkarpena.id/boleh-ditiru-ini-aksi-brutalla-indonesia-di-muara-cikaso-cibitung-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/boleh-ditiru-ini-aksi-brutalla-indonesia-di-muara-cikaso-cibitung-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2021 07:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[#brutallaindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#hutanmangrove]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#penanamanpohon]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaicikaso]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=12945</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/boleh-ditiru-ini-aksi-brutalla-indonesia-di-muara-cikaso-cibitung-sukabumi/" title="Boleh Ditiru? Ini Aksi Brutalla Indonesia di Muara Cikaso Cibitung Sukabumi " itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID</strong> &#8211; Aksi komunitas Brutalla Indonesia boleh ditiru melihat sisi baik dan kemanfaatan dari kegiatannya. Kegiatan komunitas penggiat sosial dan lingkungan hidup ini baru dua hari kemarin Sabtu dan Minggu 18-19 Desember 2021 melakukan aksi nyata.</p>
<p>Sebanyak 10 orang Ketua dan anggota komunitas Brutalla melakukan penanaman dan perawatan pohon Mangrove di Muara Sungai Cikaso <span style="color: #0000ff"><a style="color: #0000ff" href="https://lingkarpena.id/petugas-gabungan-gagalkan-tawuran-pelajar-di-jalan-raya-cibitung-surade/">Kecamatan Cibitung</a></span> Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu, dimulai sekitar pukul 14:00 WIB hingga selesai.</p>
<p>Konservasi hutan mangrove harus dijaga dan dilestarikan agar terasa manfaat bagi beberapa golongan, baik manusia maupun ekosistem pesisir laut.</p>
<p>&#8220;Sementara ini komunitas Brutalla fokus di lokasi Muara Cikaso, Kampung Ciroyom, Desa-Kecamatan Cibitung,&#8221; jelas Ketua Komunitas Brutalla Indonesia, Jimmi Ilham Affandi kepada lingkarpena.id, Senin 20 Desember 2021.</p>
<p>Menurut Jimmi, Hutan bakau memiliki pesona tersendiri dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Oleh karena itu, terdapat beberapa wisata hutan bakau yang tersebar di pesisir Indonesia salah satunya di Kabupaten Sukabumi Selatan.</p>
<p>&#8220;Pohon mangrove ini merupakan hutan Pantai yang berfungsi mengevaluasi kegiatan masyarakat pesisir dalam mencari ikan di sekitar hutan mangrove,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dikatakan Jimmi, manfaat hutan mangrove sendiri dapat mengembalikan lahan basah dan salah satu cara paling efektif untuk memulihkan iklim.</p>
<p>&#8220;Mangrove atau hutan bakau merupakan habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska. Tempat ini juga dapat menyediakan tempat untuk bertelur, pembesaran dan tempat mencari makan berbagai hewan laut yang kecil,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Jimmi menambahkan, hutan mangrove mampu menahan dan memperlambat arus dan ombak yang datang. Ini akan mengurangi risiko erosi dan dampak lainnya dari ombak yang datang.</p>
<p>Selain itu, hutan mangrove memiliki pesona tersendiri dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata.</p>
<p>&#8220;Hutan mangrove bisa untuk menahan abrasi laut dan sebagai penahan angin di daerah pesisir pantai. Termasuk bisa memperlambat ombak jika terjadi tsunami,&#8221; tambahnya.(***)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter: lingkarpena.id</p>
<p>Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/boleh-ditiru-ini-aksi-brutalla-indonesia-di-muara-cikaso-cibitung-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sungai Cikaso Cibitung Meluap, Tiga Warung Terendam Banjir</title>
		<link>https://lingkarpena.id/sungai-cikaso-cibitung-meluap-tiga-warung-terendam-banjir/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/sungai-cikaso-cibitung-meluap-tiga-warung-terendam-banjir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2021 13:12:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanabanjir]]></category>
		<category><![CDATA[#kabupatensukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaicikaso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=11032</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/sungai-cikaso-cibitung-meluap-tiga-warung-terendam-banjir/" title="Sungai Cikaso Cibitung Meluap, Tiga Warung Terendam Banjir" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lingkarpena.id, SUKABUMI</strong> &#8211; Sungai Cikaso <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/25/puluhan-kendaraan-tertahan-longsor-hingga-7-jam-di-jalan-raya-cibitung-tegalbuleud-sukabumi/">Kecamatan Cibitung</a></span> Kabupaten Sukabumi kembali meluap pada Selasa, 02/11) sore. Sedikitnya 3 warung terendam banjir setelah diguyur hujan selama 4 jam.</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/28/banjir-dan-longsor-ancam-tiga-rumah-di-parungkuda-sukabumi/">Banjir</a> </span>melanda Kampung Ciniti Desa Cibitung Kecamatan Cibitung sekitar pukul 17:30 WIB. Saat ini, ketinggian air di lokasi mencapai 4 meter.</p>
<p>Menurut Kepala Desa Cibitung Iji Fahreji mengatakan, banjir diakibatkan hujan deras selama seharian mengguyur kawasan Cibitung dan sekitarnya. Akibatnya <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/08/05/limbah-kimia-diduga-cemari-sungai-cikaso-warga-demo-perusahaan/">sungai Cikaso</a></span> meluap dan merendam pemukiman warga di Kampung Ciniti tersebut.</p>
<p>&#8220;Ketinggian air mencapai 4 meter. Tiga warung milik warga di Kampung Ciniti terendam banjir,&#8221; ujar Kepala Desa Cibitung, saat dihubungi melalui pesan Whatsappnya, Selasa (02/11) sore.</p>
<p>Dikatakan Iji, warga sekitar kawasan banjir sudah dilakukan himbauan agar tetap waspada akan bahaya banjir. Sebab dikhawatirkan kiriman air dari hulu sungai Cikaso belum terprediksi.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan pantauan pihak pemerintah desa di lokasi, kondisi air sudah mulai surut. Namun, warga diinstruksikan selalu waspada,&#8221; tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Redaksi: Lingkarpena.id<br />
Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/sungai-cikaso-cibitung-meluap-tiga-warung-terendam-banjir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Kendaraan Tertahan Longsor Hingga 7 Jam di Jalan Raya Cibitung-Tegalbuleud Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/puluhan-kendaraan-tertahan-longsor-hingga-7-jam-di-jalan-raya-cibitung-tegalbuleud-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/puluhan-kendaraan-tertahan-longsor-hingga-7-jam-di-jalan-raya-cibitung-tegalbuleud-sukabumi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2021 05:19:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[#batu]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanalongsor]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#polseksurade]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=10691</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/puluhan-kendaraan-tertahan-longsor-hingga-7-jam-di-jalan-raya-cibitung-tegalbuleud-sukabumi/" title="Puluhan Kendaraan Tertahan Longsor Hingga 7 Jam di Jalan Raya Cibitung-Tegalbuleud Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lingkarpena.id, SUKABUMI</strong> &#8211; Akibat longsoran batu besar dan material tanah puluhan kendaraan tertahan di Jalan Raya Nasional III Surade-Tegalbuleud, Senin (25/10).</p>
<p>Peristiwa <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/09/23/dinding-rumah-jebol-tertimpa-longsor-di-sukaraja-empat-jiwa-diungsikan/">bencana longsor</a></span> terjadi di Jalan Nasional, tepatnya di tanjakan Simpang Dago Desa <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/06/curug-cikaso-cibitung-kembali-menelan-korban-jiwa/">Kecamatan Cibitung</a> </span>Kabupaten Sukabumi. Longsor terjadi diperkirakan dini hari tadi menurut keterangan warga Cibitung Acep, kepada lingkarpena.id pada berita sebelumnya menjelaskan.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><span style="color: #0000ff;"><strong><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/25/bongkahan-batu-tutup-jalan-nasional-cikaso-tegalbuleud-ini-penyebabnya/">Bongkahan Batu Tutup Jalan Nasional Cikaso-Tegalbuleud, Ini Penyebabnya!</a></strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Puluhan kendaraan dari arah Tegalbuleud menuju Surade dan sebaliknya masih bertahan di lokasi longsoran tersebut. Pihak dinas Binamarga wilayah II Sukabumi masih berupaya menurunkan alat berat guna mengevakuasi longsoran batu besar dan material tanah itu.</p>
<p>Upaya yang dilakukan masyarakat sekitar cuma bisa merelai material batu-batu kecil saja. Untuk batu yang berukuran besar harus menggunakan alat berat, sebab tidak bisa ditangani dengan tenaga manual manusia.</p>
<p>&#8220;Saya bersama sopir lainnya tertahan sekitar 7 jam di lokasi. Elf trayek Tegalbuleud-Lembursitu kan lewat jalan Raya Nasional ini. Cibitung, Surade, Jampangkulon. Jadi jalan alternatif, Saya tidak lewat jalan Cidolog,&#8221; ujar Sopir Elf Tegalbuleud-Lembursitu, Ugan, kepada saat dihubungi lingkarpena.id melalui telepon genggamnya.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/25/polsek-surade-bantu-buka-akses-jalan-longsor-di-jalan-raya-cibitung-sukabumi/">Polsek Surade Bantu Buka Akses Jalan Longsor di Jalan Raya Cibitung Sukabumi</a></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dikatakan Ugan, dengan bantuan pihak jajaran kepolisian Sektor Surade dan relawan bencana serta masyarakat sekitar akses jalan bisa dibuka. Itupun cukup sempit cuma bisa masuk satu kendaraan.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah atas bantuan petugas dan relawan serta warga akses jalan bisa terbuka. Evakuasi secara manual dengan tenaga puluhan orang baru bisa tergeser. Cuma bisa antre satu kendaraan,&#8221; pungkasnya Sopir Elf Tegalbuleud itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Redaksi: lingkarpena.id<br />
Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/puluhan-kendaraan-tertahan-longsor-hingga-7-jam-di-jalan-raya-cibitung-tegalbuleud-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Curug Cikaso Cibitung Kembali Menelan Korban Jiwa</title>
		<link>https://lingkarpena.id/curug-cikaso-cibitung-kembali-menelan-korban-jiwa/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/curug-cikaso-cibitung-kembali-menelan-korban-jiwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2021 05:21:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[#curugcikaso]]></category>
		<category><![CDATA[#kabupatensukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=9981</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/curug-cikaso-cibitung-kembali-menelan-korban-jiwa/" title="Curug Cikaso Cibitung Kembali Menelan Korban Jiwa" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lingkarpena.id, SUKABUMI</strong> &#8211; Wisatawan asal Tangerang Banten, meninggal dunia saat mengalami kecelakaan di lokasi Curug Cikaso, Desa/Kecamatan Cibitung <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/05/satu-unit-rumah-hangus-terbakar-di-kecamatan-cidadap-sukabumi/">Kabupaten Sukabumi</a></span>, Rabu, (06/10/2021).</p>
<p>Peristiwa tragis itu terjadi sekira pukul 09:17 WIB pagi. Saat itu korban bersama ke enam keluarganya hendak berenang di lokasi wisata <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/08/15/4-warga-bekasi-alami-kecelakaan-di-jalan-raya-palabuhanratu-1-meninggal-di-tempat/">Curug Cikaso</a></span>. Namun nahas, korban terpeleset dan terjatuh saat akan berenang di Curug Cikaso dan kepalanya terbentur batu yang ada di bawah.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/04/mobil-box-terguling-di-jalan-menurun-puncak-buluh-jampangkulon-ini-penyebab-kecelakaan/">Mobil Box Terguling di Jalan Menurun Puncak Buluh Jampangkulon, Ini Penyebab Kecelakaan!</a></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Diketahui dari identitas korban bernama Afan Ramdan (23) warga Perum Puri Asih, Kelurahan Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Korban saat itu berwisata bersama ke enam keluarganya dan satu orang merupakan masih berusia 2 Tahun.</p>
<p>&#8220;Korban terpeleset saat akan berenang lalu terjatuh dan kepalanya terbentur batu. Langsung meninggal dunia ditempat,&#8221; ujar Kepala Desa Cibitung H. Iji Pahrudin, kepada lingkarpena.id di lokasi Wisata Curug Cikaso.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/10/04/korban-tenggelam-situ-batu-karut-ditemukan-setelah-5-jam-penyelaman/">Korban Tenggelam Situ Batu Karut Ditemukan, Setelah 5 Jam Penyelaman</a></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dikatakan Iji, korban langsung dievakuasi petugas Kepolisian dan TNI serta tim relawan dari lokasi curug ke daratan. Namun kondisinya sudah meninggal dunia karena mengalami benturan hebat di kepalanya.</p>
<p>&#8220;Korban langsung dievakuasi melalui bantuan aparat Muspika Surade dan Cibitung. Jenazah Afan langsung dinaikan ke mobil Patroli dan dibawa ke rumah sakit Jampangkulon guna kepentingan lain-lainnya atas permintaan keluarganya,&#8221; terang Kades.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Redaksi: lingkarpena.id<br />
Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/curug-cikaso-cibitung-kembali-menelan-korban-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mess Perkebunan Karet PTPN Cijaksi Kebakaran, Damkar Surade Terjunkan 2 Unit Pemadam</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ptpn-cikaso-cijaksi-kebakaran-damkar-surade-terjunkan-2-unit-pemadam/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ptpn-cikaso-cijaksi-kebakaran-damkar-surade-terjunkan-2-unit-pemadam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2021 01:32:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanakebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#kabupatensukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#ptpncijaksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=9753</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ptpn-cikaso-cijaksi-kebakaran-damkar-surade-terjunkan-2-unit-pemadam/" title="Mess Perkebunan Karet PTPN Cijaksi Kebakaran, Damkar Surade Terjunkan 2 Unit Pemadam" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lingkarpena.id, SUKABUMI</strong> &#8211; Kebakaran hebat sebuah Mess terjadi di kawasan perkebunan karet PTPN Cijaksi, Cikaso, Tegalbuleud, pada Rabu (29/9/2021) malam tadi.</p>
<p>Pemadam kebakaran (Damkar) Pos Surade, mengerahkan sedikitnya 2 (unit) mobil pemadam kebakaran ke lokasi terjadinya kebakaran tersebut.</p>
<p>Peristiwa <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/09/25/korban-selamat-abk-kapal-km-hentri-maluku-asal-sukabumi-ini-kronologis-kebakaran/">kebakaran</a></span> terjadi dilokasi PTPN Cijaksi sekira pukul 21:00 WIB. Penyebab kebakaran Mess pabrik Karet yang berada di lokasi PTPN Cijaksi diduga dari korsleting listrik.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/09/26/kebakaran-habiskan-satu-rumah-di-datarnangka-sagaranten/">Kebakaran Habiskan Satu Rumah di Datarnangka Sagaranten</a></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan Mess Pabrik Karet PTPN Cijaksi. Namun dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik pada salah satu instalasi yang ada di lokasi Mess tersebut.</p>
<p>Atas insiden kebakaran di Mess perkebunan Karet PTPN Cijaksi, pemadam kebakaran Pos Surade harus mengerahkan sedikitnya 2 (dua) unit pemadam kebakaran untuk dapat memadamkan api di lokasi Mess PTPN itu.</p>
<p>&#8220;Sudah kita terjunkan dua unit mobil kebakaran ke lokasi kebakaran,&#8221; ucap Widi, Petugas pemadam kebakaran Pos Surade, saat dikonfirmasi lingkarpena.id, melalui telepon selulernya pada Rabu malam.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/09/22/kebakaran-hebat-pabrik-pupuk-di-cikembar-sumber-api-belum-diketahui/">Kebakaran Hebat Pabrik Pupuk di Cikembar, Sumber Api Belum Diketahui</a></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dikatakan Widi, api dapat dijinakkan dengan dua unit pemadam kebakaran dalam waktu kurang lebih satu jam. Petugas yang berada di lokasi kebakaran tidak mendapat kesulitan saat menjinakkan api.</p>
<p>&#8220;Dalam waktu kurang lebih satu jam api dapat dikuasai petugas. Kebetulan di lokasi ada sumber air, dan petugas melakukan pengisian tangki mobil tidak merasa jauh dan kesulitan,&#8221; terang Widi.</p>
<p>Dari bencana kebakaran yang terjadi di Mess PTPN tidak terdapat korban jiwa dan belum diketahui secara pasti dari kerugian materi yang dialami. Pihak perusahaan dan petugas lainnya masih melakukan perhitungan atas kerugian material akibat bencana kebakaran tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Redaksi: lingkarpena.id<br />
Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ptpn-cikaso-cijaksi-kebakaran-damkar-surade-terjunkan-2-unit-pemadam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komunitas Pajampangan Lepas Puluhan Burung Perkutut di Kawasan Hutan Leweung Hideung Cibitung, Ini Kata Mahasiswa UMMI</title>
		<link>https://lingkarpena.id/komunitas-pajampangan-lepas-puluhan-burung-perkutut-di-kawasan-hutan-leweung-hideung-cibitung-ini-kata-mahasiswa-ummi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/komunitas-pajampangan-lepas-puluhan-burung-perkutut-di-kawasan-hutan-leweung-hideung-cibitung-ini-kata-mahasiswa-ummi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2021 10:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[#hutanleuweunghideung]]></category>
		<category><![CDATA[#kabupatensukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#kecamatancibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#sukabumiwalagri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=9591</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/komunitas-pajampangan-lepas-puluhan-burung-perkutut-di-kawasan-hutan-leweung-hideung-cibitung-ini-kata-mahasiswa-ummi/" title="Komunitas Pajampangan Lepas Puluhan Burung Perkutut di Kawasan Hutan Leweung Hideung Cibitung, Ini Kata Mahasiswa UMMI" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lingkarpena.id, SUKABUMI</strong> &#8211; Komunitas <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/09/18/nenek-bernasib-malang-di-surade-komunitas-sukabumi-walagri-peduli/">Sukabumi Walagri</a></span> bersama beberapa komunitas pelestari alam dan lingkungan wilayah Pajampangan melepas puluhan Burung Perkutut di kawasan Leweung Hideung, <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/08/21/149-warga-cibitung-sagaranten-terima-vaksinasi-dosis-ii-35-orang-ditunda/">Kecamatan Cibitung</a></span> Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/9/2021) kemarin.</p>
<p>Pelepasan Burung Perkutut, ikut terlibat diantaranya, Masyarakat sekitar Hutan Leuweung Hideung, Paguyuban Masyarakat Pelestari Hutan Leuweung Hideung, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan dibantu oleh Organisasi Ampplas (Angkatan Muda Pemberdayaan dan Pembangunan Wilayah Selatan).</p>
<p>Menurut Ketua Komunitas Sukabumi Walagri, Demmy Pratama mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pencegahan perburuan dan pembalakan liar. Maka dari itu mereka mengadakan acara pelepasan ratusan burung Perkutut (Geopelia Striata) di Hutan Leuweung Hideung Kecamatan Cibitung <a href="https://lingkarpena.id/2021/09/26/kebakaran-habiskan-satu-rumah-di-datarnangka-sagaranten/"><span style="color: #0000ff;">Kabupaten</span> <span style="color: #0000ff;">Sukabumi</span></a> Jawa Barat itu.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/08/29/sukabumi-walagri-dpd-pks-gelar-donor-darah-dan-bagikan-1500-sembako/">Sukabumi Walagri, DPD PKS: Gelar Donor Darah dan Bagikan 1500 Sembako</a></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dikatakan Demmy, Leuweung Hideung yang terletak di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, masuk kedalam wilayah kawasan Sukabumi Selatan (Pajampangan). Hutan ini memiliki luasan kurang lebih 1600 Ha. Hutan Leuweung Hideung ini juga letaknya bersebelahan dengan Hutan Produksi milik (Perhutani).</p>
<p>Meskipun Hutan Leuweung Hideung ini luas dan keadaannya masih terjaga. Tetapi banyak para pemburu dan pembalakan liar yang merusak keindahan Hutan ini. Kegiatan pembalakan hutan Leweung Hideng kerap dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya pelepasan Burung Perkutut ke Hutan Leuweung Hideung ini diharapkan dapat membantu dalam menjaga populasi burung di alam. Ya agar populasinya Burung Perkutut ini tidak mengalami kepunahan di habitat alaminya,&#8221; tegasnya.</p>
<p><figure id="attachment_9593" aria-describedby="caption-attachment-9593" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-9593 size-medium" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/09/859d203a-b46f-400d-bca3-107ed9306f25-300x172.jpg" alt="" width="300" height="172" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/09/859d203a-b46f-400d-bca3-107ed9306f25-300x172.jpg?v=1642290945 300w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/09/859d203a-b46f-400d-bca3-107ed9306f25-1024x587.jpg?v=1642290945 1024w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/09/859d203a-b46f-400d-bca3-107ed9306f25-768x440.jpg?v=1642290945 768w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/09/859d203a-b46f-400d-bca3-107ed9306f25.jpg?v=1642290945 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-9593" class="wp-caption-text"><span style="font-size: 12px; color: #999999;"><em>Burung-burung Perkutut hasil penangkaran. [Foto: Ist]</em></span></figcaption></figure>Demmy juga berharap dengan adanya acara ini para perusak lingkungan lebih tersentuh hatinya supaya tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak alam dan merugikan orang banyak, terlebih Leuweung Hideung atau Leuweung larangan ini adalah titipan leluhur.</p>
<p>&#8220;Semoga pemerintah terkait merespon dan segera melakukan penelitian terhadap Hutan Leuweung Hideung ini. Ya, agar memiliki status hutan yang jelas. Diketahui didalam hutan ada Hewan yang langka dan terancam punah. Hutan pun dapat dimasukkan ke dalam Hutan Lindung atau Taman Nasional yang kuat secara hukum,&#8221; pungkas Demmy.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Masyarakat Pelestari Hutan Leuweung Hideung Ujung menambahkan, puluhan burung Perkutut yang dilepaskan hasil penangkaran dibawa dan dilepaskan langsung oleh Mahasiswa dan Komunitas ke Hutan Leuweung Hideung.</p>
<table style="width: 100%; border-collapse: collapse; background-color: #e8e8e8;">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong>Baca juga:</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 100%; text-align: left;"><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://lingkarpena.id/2021/09/09/pokdakan-sejahtera-sadaya-gunungguruh-terima-500-kilogram-pakan-mandiri-dan-100-000-benih-ikan-dari-bbpbat/">Pokdakan Sejahtera Sadaya Gunungguruh, Terima 500 Kilogram Pakan Mandiri dan 100.000 Benih Ikan dari BBPBAT</a></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&#8220;Kami berupaya untuk menjaga dan melestarikan Hutan Leuweung Hideung. Terutama untuk Hewan dan Tumbuhan di sekitar Hutan Leuweung Hideung ini. Semua masyarakat yang berada di Surade, Cibitung dan semua wilayah sekitar Hutan Leuweung Hideung bisa mendengar, peduli sekaligus memperhatikan hutan-hutan yang harus kita jaga bersama ini,” tambah Ujang.</p>
<p>Disampaikan pula Andi Sopandi, Maulana Yusuf dan Suratman perwakilan dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi, sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat ini.</p>
<p>&#8221; Iya, walaupun Hutan Leuweung Hideung ini, memang dalam data Perda Kabupaten Sukabumi nomor 22 Tahun 2012 Tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi Jawa Tahun 2012-2032 Hutan Leuweung Hideung tidak termasuk dalam Hutan Cagar alam, ataupun Hutan Lindung seperti hutan-hutan yang lainnya. Tapi Hutan di Kecamatan Cibitung ini masih masuk dalam kategori Hutan Produksi. Ya keinginan masyarakat tentang hutan ini agar diteliti dan dijadikan hutan lindung sebagaimana hutan yang masih terjaga pada umumnya. Karena menurut masyarakat di sekitar Hutan Leuweung Hideung ini di dalam hutan masih terdapat Merak jawa, Macan Tutul, Trenggiling dan Jelarang yang mulai dikatakan punah,&#8221; tambah Andi Sopandi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Redaksi: lingkarpena.id<br />
Redaktur: Akoy Khoerudin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/komunitas-pajampangan-lepas-puluhan-burung-perkutut-di-kawasan-hutan-leweung-hideung-cibitung-ini-kata-mahasiswa-ummi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
