Event Kelima Seni Ketangkasan Domba Sukabumi, Butuh Infrastruktur yang Memadai

Adu ketangkasan Domba Garut di Kabupaten Sukabumi.| Foto: Aris Wanto

LINGKARPENA.ID | Seni ketangkasan Domba Garut yang ke lima kembali digelar di Kabupaten Sukabumi. Kali ini kegiatan tahunan adu ketangkasan domba diikuti sebanyak 200 peserta. Kegiatan tersebut adalah salah satu upaya untuk mempertahankan budaya Sunda.

Di bawah guyur hujan, tak menyurutkan semangat para peserta seni ketangkasan Domba. Mereka tetap semangat demi terlaksananya acara tahunan tersebut.

Seni ketangkasan domba pada awal tahun ini diselenggarakan di Kampung Padaraang, Kompleks Wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

Asep Jumbo Ketua Padepokan (PDP) Jagat Satria mengatakan, pada event ke lima ini, sekaligus berbarengan dengan acara Milangkala Padepokan Jagat Satria. Dan acara tersebut disambut baik dan meriah oleh para peserta lomba.

“Peserta kali ini ada sebanyak 200 peserta, mereka datang dari berbagai wilayah seperti Bogor, Bandung, Banten, Sumedang, Majalaya dan tuan rumah Sukabumi,” ungkap Asep Jumbo, kepada Lingkarpena.id Senin, (8/01/2024).

“Harapan kami kedepan khususnya bagi petani atau peternak yang mandiri berada dalam himpunan peternak domba dan kambing Indonesia (HPDKI). Semoga semakin bersatu dan kompak dalam rangka menjalin silaturahmi serta melestarikan seni budaya sunda ini ,” sambungnya.

Baca juga:  Operasi Patuh Lodaya 2021, Ini yang Dilakukan Polsek Gunungguruh

Dijelaskan Asep, sebagai masyarakat pecinta ternak mereka bercita-cita ataw kegiatan rutin ini selain dapat melestarikan seni budaya sunda juga diharapkan dapat memajukan perekonomi para petani juga peternak domba di Sukabumi.

Lain halnya seperti di luar daerah sukabumi, yang pernah mereka temui dan rekan sesama himpunan datangi ketika mengikuti kontes seni ketangkasan domba. Pihaknya berharap, pemerintah daerah agar lebih serius dan memperhatikan dari segi sarana dan prasarana di lokasi. Dan itu seperti sarana ibadah, MCK dan fasilitas umum penunjang lainya.

“Intinya kami ingin adanya lokasi di arena ketangkasan domba domba yang mumpuni. Kami yakin itu dapat menjadi daya tarik bagi wisata yang ada di kabupaten sukabumi,” tukasnya.

Disinggung langkah upaya yang telah dilakukan, Asep menambahkan, sebenarnya pihaknya juga telah menyampaikan proposal kegiatan ke pemerintah melalui dinas pariwisata, Dinas Kebudayaan juga dinas peternakan. Namun hingga saat ini belum ada realisasinya.

Mereka meminta keseriusan pemerintah dalam hal penataan Infrastruktur di area lingkungan arena adu ketangkasan di Wisata Karangpara yang sementara ini sering dimanfaatkan sebagai lapangan seni ketangkasan domba adu.

Baca juga:  Dinas KUKM Gelar Seminar Pemasaran Produk dan Akses Permodalan

Menurutnya, sangat jelas dampak kegiatan yang aktif bersama HPDKI di Wilayah Karangpara, Nagrak dan Nyalindung. Dan itu bisa dilihat sendiri. Lokasi itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar termasuk peternak.

“Ya sangat disayangkan dengan potensi ini. Kami menilai pemerintah tidak serius atau nol besar dalam turut serta mengembangkan tradisi sunda khususnya seni ketangkasan domba adu,” tukas Asep Jumbo.

“Maaf, hingga kami melaksanakan event ke lima ini tidak pernah ada perhatian dari pemerintah. Masa kami harus melakukan aksi demo menuntut perhatian serius dari pemerintah kabupaten Sukabumi,” keluh Asep.

Dalam hal manajemen kepanitiaan, Asep membeberkan, seperti event kelima ini pihak panitia telah mengeluarkan anggaran 32 juta. Dijelaskan Asep, hasil pendapatan dari pendaftaran dalam evenr kelima panitia bisa mengumpulkan anggaran sebesar Rp15 juta. Dengan jumlah nominal yang didapat tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap melaksanakan seni kontes ketangkasan domba.

Baca juga:  Pemuda yang Viral Dituduh 'Morbag' di Cibadak, Ternyata Korban Salah Tangkap

Asep Jumbo memberikan catatan dan meminta dinas terkait untuk lebih serius meniru atau melakukan studi banding ke pemerintah luar sukabumi. Sedangkan dari pengalaman yang pernah ditemui melalui Pemerintah kota dan Kabupaten Bandung dalam event seperti ini pihaknya sangat salut sekali atas dukungan dari sarana dan prasarana pemerintah yang cukup memadai bagi peserta.

“Bila saya dan rekan ikut kontes ke bandung, satu hari sebelumnya sudah berangkat untuk menginap dahulu memiliki fasilitas yang mempuni diantaranya tempat beristirahat atau peserta dari luar daerah,” terangnya.

“Jika kami juga memiliki gagasan dalam mendukung program strategis Pemerintah diantaranya yang kami usung ini merupakan bagian potensi untuk penunjang lingkungan Pariwisata berpotensi untuk penambahan pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

“Bisa dibuktikan jika fasilitasnya memenuhi syarat ada ribuan orang yang datang dari berbagai Wilayah di Jawa Barat. Jika ini terwujud pelaksanaannya dibagi menjadi 3 atau lima wilayah, iya agar seluruh peserta dapat mengikuti seni ketangkasan domba adu,” pungkasnya

Pos terkait