Viral, Video Konvoi Pemotor Bersajam di Pajampangan Resahkan Warga

Foto: tangkapan layar: konvoi pemotor saat menggariskan sajam ke jalan aspal.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Viralnya sebuah tayangan video konvoi pemotor beredar luas di grup Whatshapp di Pajampangan, pada Kamis (25/4/2024). Video tersebut membuat Anggota grup Whatshapp bertanya tanya, dan banyak lontaran komentar bernada cemas.

Video yang berdurasi 0.17 detik tersebut memperlihatkan konvoi remaja tanggung bersepeda motor dengan mengacung acungkan senjata tajam jenis clurit. Sesekali Sajam yang dibawa disentuhkan ke jalan dan menimbulkan percikan api.

Menurut keterangan pengungah, video tersebut dibuat pada Senin 22 April 2024 sekira pukul 19.35 WIB, tepatnya di Jalan Raya Cilalay, Desa Talagamurni Kecamayan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Seekor Sapi Ditemukan Tanpa Organ Kaki, Diduga jadi Korban Pencurian

“Yang membuat video itu saudara istri saya. Kebetulan malam itu sepulang dari Surade ia melihat iring iringan sepeda motor. Mereka umumnya para remaja,” tutur sumber yang minta dirahasiakan jatidirinya ini.

Lebih lanjut katanya, kejadian serupa bukan kali ini saja, tetapi ia mengaku sering memergokinya. Bahkan katanya, suatu ketika ia pernah mengejarnya, namun tak berhasil karena mereka masuk ke jalan gang. Sementara pengejar mengendarai mobil.

Baca juga:  Tiga Orang Tertimbun Longsor di Caringin Sukabumi dalam Pencarian

Salah satu tokoh Pajampangan, sebut saja Bang Jampang, pernah melihat konvoi sepeda motor yang dikendarai remaja tanggung melintas di ruas Jalan Surade – Jampangkulon. Ketika dikejar mereka lari. Karena kalah cepat pengejaran pun terhenti.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Surade Polres Sukabumi Aipda Agus Nugroho saat dimintai keterangan oleh wartawan menuturkan, secara umum geng motor di wilayah hukum Polsek Surade sudah tidak yang anarkis apalagi hingga menimbulkan korban jiwa.

Baca juga:  Empat Desa di Curugkembar Terjadi Pergerakan Tanah, Rusak 26 Rumah dan 3 Hektar Sawah

“Selama ini di Polsek Surade baru sekali yang ditangani. Itu pun pada umumnya anak di bawah umur dan diamankan karena knalpot brong,” jelas Aipda Agus kepada lingkarpena pada Kamis malam (25/4).

Lebih lanjut kata Agus, jika menganalisa video tersebut dirinya cenderung pada perkelahian pelajar.

“Saya lebih cenderung ke arah tawuran pelajar yang umumnya di sini ( Pajampanhan-red ) Suka janjian dimana akan ketemu,” pungkas Agus.

Pos terkait