Kolaborasi AMS, KNPI Bareng Forkopimcam Cisolok Bersih-bersih Pantai Karanghawu

LINGKARPENA.ID | Acara halal bihalal Angkatan Muda Siliwangi (AMS) se Kabupaten Sukabumi di Pantai Karanghawu di isi dengan giat bersih bersih pantai. Giat tersebut dilakukan atas kolaborasi bareng KNPI dan Forkopimcam Cisolok, pada Minggu, ( 5/5/2024).

Giat bersih bersih Pantai Karanghawu ini kata Camat Cisolok Drs. Jenal Abidin, M.A.P, dilakukan dalam rangka menjelang Healthy City Summit tahun 2024. Yang maana nanti akan digelar di Grand Inna Samudera Palabuhanratu dalam waktu dekat ini.

“Kami jajaran Forkopimcam Cisolok, bersama Danramil dan Kapolsek, mengucapkan terima kasih kepada PK KNPI dan jajaran AMS se Kabupaten Sukabumi yang telah berpartisipasi menjaga dan memelihara kebersihan Pantai Karanghawu. Ini kolaborasi yang luar biasa,” papar Jenal.

Baca juga:  Wali Kota Sukabumi, Jenguk Pasien Korban Gempa Cianjur di RSUD Syamsudin

Lebih lanjut kata Jenal, ada lima langkah pendekatan yang akan dilakukan pihaknya dalam upaya mewujudkan Pantai Karanghawu Cisolok yang aman, tertib, indah, dan bersih serta terkenang. Sehingga wisatawan selalu merasa ingin berkunjung kembali ke Karanghawu.

“Kami akan melakukan lima pendekatan untuk mewujudkan Pantai Karanghawu menjadi tujuan wisata andalan yang aman, tertib, indah dan kangen,” ucapnya.

Baca juga:  Polres Sukabumi Kota Beri Bantuan Warga Korban Kebakaran

Pendekatan Edukatif, upaya ini dengan jalan terus berupaya mengajak semua komponen untuk melakukan operasi pungut sampah di pantai Karanghawu.

Pendekatan Preventif, bentuk kegiatannya membentuk polisi sampah, yang dibentuk dengan melibatkan unsur pelajar, pemuda dan unsur pedagang.
Salah satu kegiatan polisi sampah ini adalah membuat rambu papan untuk pedagang, yaitu himbauan untuk tidak berdagang di Pantai Karanghawu.

Selanjutnya membuat rambu papan untuk wisatawan, menghimbau para wisatawan untuk tidak membawa makanan dan minuman ke pantai.

Baca juga:  Bacaleg Muda Partai Gerindra Bagikan Puluhan Ribu Ikan Hias di Gunungguruh

Pendekatan Informatif, kegiatan ini dilakukan dengan cara menghimbau lewat pengeras suara agar para pedagang dan wisatawan tidak membawa makanan ke pantai.

Pendekatan Kolaboratif, menyediakan tempat peristirahatan berupa tempat duduk di kawan pesisir pantai, dimana para wisatawan setelah bermain bisa beristirahat sambil makan dan minum, sehingga sampah bisa terkonsentrasi di satu titik.

Pendekatan Respresif, ini berupa penegakan peraturan dalam bentuk pemberian Sangsi denda bagi yang melanggar.

Pos terkait