Warga Harapkan Jalan Masuk Terminal Surade Diperbaiki

LINGKARPENA.ID | Sejumlah warga yang berada di lingkungan Terminal Surade, Kampung Kateu, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mengharapkan jalan akses masuk ke terminal segera diperbaiki.

Pantauan lingkarpena.id, Selasa (9/4/2024), jalan sepanjang 500 meter tersebut terdapat disejumlah titik memang kondisinya sudah rusak. Kondisi itu sudah berlangsung lama, tetapi sampai saat ini belum ada perbaikan.

Tanah yang dijadikan jalan tersebut adalah hibah dari dua tokoh Surade, H Dadang dan Engkus. Mereka menghibahkannya dengan harapan arus lintas kendaraan, terutama angkutan kota (angkot), yang keluar masuk terminal bisa terakomodir dan tertib.

Baca juga:  Prihatin, Akes Menuju Wisata Cipanas Desa Mekarasih Sukabumi Amburadul

Dulu angkutan yang menuju Surade, baik Surade – Jampangkulon, maupun Surade – Ujunggenteng, tertib masuk terminal tetapi setelah kondisi jalannya rusak tak ada lagi angkutan kota (angkot) yang masuk terminal.

Kondisi itu disesalkan banyak warga, pasalnya selain arus lintas angkot yang tidak jalan, kini suasana terminal pun tak seramai dulu ketika jalan tersebut difungsikan. Akibatnya banyak kios diterminal ditinggal penghuninya karena sepi.

Baca juga:  Kerap Menyebabkan Kecelakaan, Jalan Pramuka Cikondang Mirip Sungai Kering

Menurut H Dadang, penyebab jalan tersebut rusak salah satunya adalah tidak adanya saluran drainase di sepanjang jalan itu.

“Percuma diperbaiki juga soalnya disepanjang jalan tidak ada saluran air yang memadai. Selain itu kualitas pengaspalannya yang kurang bagus,” katanya.

Jika dilihat fungsi jalan tersebut sangat penting mengingat selain sebagai akses masuk kendaraan ke terminal, juga di kawasan tersebut terdapat sekolah yang kebanyakan siswanya melewati jalan itu.

Baca juga:  Poskab Sapu Jagat Pusat Bertandang ke Tanah Jampang

Selain jalan yang bermasalah, warga juga mengeluhkan Penerangan Jalan Umum ( PJU ) yang ada tidak berfungsi. Padahal instalasinya sudah terpasang.

“Dulu penerangan berfungsi baik, tetapi sekarang tidak. Awalnya pernah ada salah satu¬† tiang PJU yang roboh, kemudian warga memintakan¬† agar ada perbaikan karena dikhawatirkan akan mengancam keselamatan jiwa. Ahirna tiang PJU ditangani, tetapi dampaknya PJU belum nyala hingga kini,” kata H Dadang.

Pos terkait