Gedung IKM Opak Jampang Diresmikin, Ini kata Bupati Marwan

Bupati Sukabumi saat menandatangani Prasasti Gedung Sentra IKM Opak Ketan Jampang | Foto: Ndie

LINGKARPENA.ID | Resmikan gedung sentra IKM (Industri Kecil dan Menengah) Opak Ketan Jampang di Jalan Raya Cirangkong, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Bupati Sukabumi Marwan Hamami harapkan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus meningkat.

Marwan mengatakan, dengan telah dibangunnya gedung sentra IKM tersebut, kedepan jadi pusat kegiatan para pelaku usaha tidak hanya IKM saja , namun juga seluruh UMKM yang ada diwayah selatan Pajampangan terlibat.

Sehingga produk olahan Opak Jampang, kata Bupati Sukabumi lebih terkenal tidak hanya makanannya semata, tapi juga cara pembuatannya.

“Gedung IKM bisa jadi pusat kegiatan IKM di wilayah Selatan, kita akan upayakan produk opak, menjadi produk unggulan di wilayah Jampang yang dipakai ikon, tapi tidak khusus untuk Opak tapi seluruh produk UMKM dan IKM yang ada di wilayah Selatan ini,” ungkap Marwan.

Baca juga:  Pemdes Cikujang Apresiasi Forkopimda untuk Gebyar 1000 Vaksin Lansia

“Nanti bisa difasilitasi di tempat ini untuk diperkenalkan, sebagai potensi pemberdayaan ekonomi. Nah mudah mudahan ini memicu pertumbuhan usaha keluarga bisa mendorong kesejahteraan nantinya,” imbuh Marwan.

Marwan melihat wilayah kabupaten Sukabumi banyak potensi sumber daya alam yang menurutnya sangat luar biasa, terlebih dengan menyandang status Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark di wilayah Pajampangan terdapat museum Megalodon di gunung Sungging, tentunya akan menarik wisatawan untuk datang.

“Mereka (wisatawan -red) datang ke wilayah tujuan-tujuan wisata, ini tentunya harus bisa mengenalkan juga makanan-makanan khas daerah yang dimungkinkan untuk di terkenalkan dan dirasakan oleh mereka,” jelasnya.

“Nah itu salah satu hal yang kita dorong pembangunan gedung ini, sehingga nanti dimanfaatkan oleh seluruh IKM dan UKM yang ada di wilayah selatan, jadi tidak identik hanya khusus opak, tapi semua produk yang menjadi unggulan, salah satunya gedebog pisang yang diolah, di tempat lain mungkin ada, tapi tidak sama spesifikasinya, makanya saya suruh nanti untuk didaftarkan kesehatannya,” sambungnya.

Baca juga:  Pemdes Sukamaju Minta Kejelasan Banprov DTKS

Sementara untuk produk produk yang lainnya, kata Marwan lagi tidak hanya para pelaku usaha makanan dan olahan produk UMKM dan IKM, fasilitas ruangan yang ada di gedung tersebut tentunya bisa digunakan unruk pementasan seni budaya.

“Jadi mengisi ruang-ruang di sini untuk juga budaya-budaya yang ada di wilayah ini diperkenalkan, sekalian mereka wisatawan juga berbelanja, bisa sambil menikmati kuliner wilayah Selatan ini,” terangnya.

Baca juga:  Diduga Curi Kotak Amal, Pria Paruh Baya Diamankan Polisi

“Ini harus juga dimanfaatkan potensi kuliner yang bisa dirasakan salah satu contohnya adalah bakakak surade, itu kalau diyakini kalau menurut saya dibandingkan dengan ayam-ayam di mana-mana yang sudah terkenal punya kemasan yang berbeda dengan ayam yang dijual,” ucapnya.

Sehingga gedung sentra IKM tersebut, kata Marwan lagi selain untuk memperkenalkan dari sisi produksi juga bisa untuk pemasaran hasil olahan tadi atau hasil produksi, sehingga masyarakat atau wisatawan yang datang yang paling penting mengenal cara membuat

“Pelatihan juga jelas ada di lantai 2, tempat pelatihan. Nah ini harus dikelola oleh orang-orang yang mempunyai pemikiran tadi, lain neangan duit, tapi mendorong masyarakat mendapatkan uang,” tandasnya.

Pos terkait